Tepis Dosen dan Mahasiswa Kalis, Sekolah Etnografi Disabilitas Diluncurkan

- Selasa, 18 Januari 2022 | 14:30 WIB
SM/Arif Widodo - ANTUSIAS : Kalangan difabel antusias menghadiri Sekolah Etnografi Disabilitas di Rumah Inklusi Kebumen, Selasa (18/1).
SM/Arif Widodo - ANTUSIAS : Kalangan difabel antusias menghadiri Sekolah Etnografi Disabilitas di Rumah Inklusi Kebumen, Selasa (18/1).

KEBUMEN, suaramerdeka-kedu.com - Dosen dan mahasiswa Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen melakukan kolaborasi dalam riset, pengabdian masyarakat dan publikasi hasil karya ilmiah.

Kerjasama yang baru kali pertama ini dalam rangka penguatan masing-masing pihak, sekaligus menepis anggapan bahwa dosen dan mahasiswa kalis (tidak akur).

Ini ditunjukkan saat peluncuran Sekolah Etnografi Disabilitas di Rumah Inklusi Dukuh Panggel, Desa Kembaran, Kecamatan/Kabupaten Kebumen, Selasa (18/1).

Baca Juga: Ternyata Air Limbah Tempe Ada Manfaatnya, Mahasiswa Latih Warga Cara Membuatnya

Di mana kegiatannya diprakarsai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAINU Kebumen bersama Forum Mahasiswa Bidikmisi dan KIP-Kuliah (Formasikip) dan UKM Kajian dan Wacana.

Ketua LPPM IAINU Kebumen, Agus Salim Chamidi mengemukakan, Sekolah Etnografi Disabilitas dilaksanakan selama tiga hari mulai Selasa (18/1) hingga Kamis (20/1). "Kegiatan ini tindaklanjut kerjasama LPPM dengan Rumah Inklusi," katanya.

Dalam kesempatan itu, ada sebanyak 50 mahasiswa yang mendapat pembekalan dan praktik sembari melakukan advokasi di Rumah Inklusi Kebumen. "Hasilnya nanti selain dibuat artikel yang dimuat di jurnal, juga foto-foto dan video," ucap Agus Salim.

Kian Berwarna

Rektor IAINU Kebumen Fikria Najitama dalam sambutannya menambahkan, hasil kegiatan itu bisa pula disusun dalam bentuk buku.

Pihaknya mengaku terus mendorong mahasiswa dan dosen untuk melakukan riset. Lingkungan kampus yang dipimpinnya pun dibiasakan untuk membicarakan seputar wacana, kajian dan penelitian.

"Bukan ngegosip yang tidak ada habis-habisnya dan unfaedah (tidak bermanfaat)," imbuh Fikria.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

X