Ternyata Air Limbah Tempe Ada Manfaatnya, Mahasiswa Latih Warga Cara Membuatnya

- Selasa, 18 Januari 2022 | 14:26 WIB
Mahasiswa UNY melatih pembuat tempe mengolah air limbah menjadi penyubur tanaman.(Foto: ist)
Mahasiswa UNY melatih pembuat tempe mengolah air limbah menjadi penyubur tanaman.(Foto: ist)

Baca Juga: Sesaji Kearifan Lokal Nenek Moyang, Ada Sejak Sebelum Agama Masuk Indonesia

Menurutnya air rebusan olahan kedelai mengandung 0,11 persen karbohidrat, 0,42 persen protein, 0,13 persen lemak, 4,55 persen besi, 1,74 persen fosfor dan 98,8 persen air. Ampas tempe yang sudah kering dapat menjadi campuran makanan unggas peliharaan seperti ayam.

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat adalah air bekas rendaman tempe, gula jawa dan botol bekas. Air rebusan kedelai, yang diperoleh dari rebusan kacang kedelai selama empat jam, dikumpulkan dan dicampur dengan gula merah.

Kelak campuran tersebut bisa menjadi mikroorganisme lokal (MOL) mengandung unsur hara makro, mikro, dan mikroorganisme yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan, agen pengendali hama serta penyakit tanaman sehingga baik digunakan sebagai dekomposer, pupuk hayati, dan pestisida organik.

''Proses pembuatan mudah, MOL dari rebusan kedelai dicampur dengan seperempat kilogram gula merah. Campuran tersebut difermentasi selama 14 hari dengan tetap diaduk atau dikocok setiap harinya dan juga dibuka wadah fermentasinya agar tidak menggembung,'' jelas Nastiti.

Mikroorganisme lokal yang sudah jadi, dapat langsung diaplikasikan pada tanaman. Caranya, satu liter mikroorganisme lokal dicampur dengan air sebanyak 10 liter lalu diaduk rata dan kemudian siramkan pada sekitar tanaman yang ada. Selain itu MOL juga bisa digunakan untuk bahan membuat pupuk organik.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

X