Ternyata Air Limbah Tempe Ada Manfaatnya, Mahasiswa Latih Warga Cara Membuatnya

- Selasa, 18 Januari 2022 | 14:26 WIB
Mahasiswa UNY melatih pembuat tempe mengolah air limbah menjadi penyubur tanaman.(Foto: ist)
Mahasiswa UNY melatih pembuat tempe mengolah air limbah menjadi penyubur tanaman.(Foto: ist)

YOGYAKARTA, suaramerdeka-kedu.com - Makanan khas Jawa, tempe sudah mendarah daging bagi masyarakat. Bahkan tak hanya di Jawa, di seluruh Indonesia pun mudah memperoleh makanan tersebut.

Proses pengolahan tempe tidak mudah, terutama cara tradisional, perlu banyak waktu dan tenaga.

Tempe dapat diolah menjadi berbagai varian masakan sesuai selera banyak orang. Kandungan gizinya membuat tempe menjadi santapan favorit, murah dan menyehatkan.

Baca Juga: Sikapi SKB 4 Menteri, Dosen Boleh PTM 100 Persen

Namun dibalik semua itu, proses pembuatan tempe ternyata menghasilkan limbah yang mengeluarkan bau tidak sedap dan juga dapat mengotori saluran air di sekitar rumah. Banyak pula yang membuang limbahnya ke selokan dan sungai.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengolah air limbah bekas proses pembuatan tempe menjadi pupuk.

Nastiti Estiningtyas dari Prodi Pendidikan IPA Fakultas MIPA mencoba melakukannya di Desa Sendangrejo Minggir Sleman Yogyakarta yang memang sebagian penduduk membuat tempe.

''Satu kali proses pembuatan tempe, bisa menghasilkan kira – kira lima liter air rebusan kacang kedelai. Air rebusan kedelai yang dihasilkan memiliki warna kuning kecoklatan, berbau kedelai yang direbus dan berbuih putih,'' tuturnya.

Unsur Hara

Di balik baunya yang tidak sedap, limbah cair rebusan kedelai mengandung unsur hara Phosphor (P), Nitrogen (N) dan Kalium (K) yang sangat dibutuhkan untuk laju pertumbuhan tanaman.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

X