Selain Berbahaya, Asal Pasang Polisi Tidur Bisa Dipidana

- Rabu, 2 Maret 2022 | 10:32 WIB
Polisi tidur dikeluhkan warga. Foto: Genta/Harianmassa.id
Polisi tidur dikeluhkan warga. Foto: Genta/Harianmassa.id

GAYAHIDUP, suaramerdeka-kedu.com - Apakah pemasangan polisi tidur ada aturanyya ? jawabannya adalah ya ada.

Pemasangan polisi tidur atau speed bump memiliki aturan. Pemasangan tanpa ijin atau asal-asalan bisa berakibat pidana. Tak hanya itu, bahkan bisa mengakibatkan kecelakaan.

Budiyanto salah seorang pemerhati transportasi dan hukum mengatakan bahwa masyarakat umum dilarang memasang alat pembatas kecepatan seperti polisi tidur tanpa izin.

"Tapi faktanya banyak alat pengendali kecepatan (polisi tidur) yang dipasang oleh masyarakat tanpa kordinasi dengan local area traffic management, baik kordinasi ke polisi atau Dinas Perhubungan," kata Budiyanto yang mantan polisi tersebut.

Budiyanto menjelaskan, jika dilakukan sembarangan, polisi tidur jadi kontra produktif karena bisa menimbulkan kerusakan jalan yang berakibat pada gangguan fungsi jalan.

"Jadi pemasangan polisi tidur tidak mendapatkan izin dan berakibat pada kerusakan dan atau gangguan fungsi jalan merupakan perbuatan pidana," ucap dia.

Pembatas kecepatan kendaraan diatur dalam Permenhub No 14 tahun 2021 tentangg perubahan atas Permenhub No 28 tahun 2018 tentang Alat kendali dan Pam pengguna jalan.

Dalam Pasal 5 berbunyi pembatas kecepatan kendaraan harus dibuat dengan ketinggian maksimal 12 cm, lebar 15 cm, dan sisi miring dengan kelandaian maksimal 15 persen.

"Tidak hanya itu alat pengendali kecepatan dari bahan yang sesuai dengan keadaan jalan dan dibuat dari karet," kata Budiyanto.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

X