Sekolah Dalang Habirandha Jogja: Merancang Dalang Kondang di Masa Depan

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 15:20 WIB

Pendafataran Siswa
“Untuk para pendaftar kami berikan batasan, yaitu usia 17 – 58 tahun. Tidak menerima anak masih sangat kecil supaya jika di sandingkan dengan siswa usia pensiunan (50 tahun ke atas) masih bisa beradaptasi atau mengimbangi,” ujar Kanjeng Romo.

Dia juga menyebutkan kalau menerima siswa dengan usia yang masih sangat kecil, nantinya yang kesulitan adalah para pamong atau guru. Sebab dinilai daya tangkap anak usia tersebut cenderung belum begitu baik.

Untuk saat ini, Pamulangan Dhalang Habirandha Yogyakarta memiliki 7 orang pamong, 2 orang sinden dan wiyogo sebanyak 18 orang. “Pengurus dan pengasuhnya kebanyakan adalah para abdi dalem keraton,” imbuh Kanjeng Romo.

Pamulangan Dhalang Habirandha sendiri membuka pendaftaran siswa baru biasanya di bulan Desember. Sedangkan bulan berikutnya atau Januari tahun depannya sudah mulai tahun ajaran baru.

Untuk mengenyam pendidikan menjadi dalang di Habirandha, siswa wajib melalui 3 tahap atau kelas. Masing-masing kelas durasi belajarnya 1 tahun. Untuk jadwal berlatih ndhalang yakni kelas 1 masuk setiap Senin dan Rabu, kelas 2 masuk setiap Rabu dan Jumat. Sedangkan kelas 3 masuk setiap hari Selasa dan Kamis. Semua latihan dilakukan saat malam hari mulai pukul 20.00-22.00.

Seperti lembaga pendidikan formal pada umumnya, Habirandha juga mempunyai kurikulum pelajaran. Namun penerapannya lebih sederhana. “Salah satu teknik yang dipelajari yaitu cepeng sabet (memegang wayang). Hal ini tidak sembarangan karena harus sampai benar-benar tahu karakter wayang,” kata Pamong atau guru Habirandha, MW Cermo Sutedjo di sela-sela latihan.

Tak cuma itu, teknik penting lainnya yang juga dipelajari siswa adalah ontho wecono, yaitu pembicaraan wayang. Ini salah satu satu yang paling sulit dan paling banyak dikeluhkan siswa baru yang belajar di Habirandha.

“Banyak siswa yang baru masuk kesulitan mengucapkan dialog atau suara khas dari masing-masing tokoh wayang. Itu hal yang sulit karena berkaitan dengan karakter yang melekat pada setiap tokoh wayang,” ungkap Sutedjo.

Menurut pamong yang sudah mengajar selama sekitar 8 tahun itu, dalang adalah ruh pertunjukan seni wayang kulit. Artinya peran dalang sangatlah penting. Dalang menjadi komando bagi semua unsur yang ada dalam pertunjukan. “Mau cepat atau lambat irama saat pentas ya tergantung sang dalang. Pemain gamelan harus patuh pada sang dalang,” tegasnya.

Lebih lanjut Sutedjo menerangkan, untuk cerita yang dipentaskan dalam setiap latihan yang digelar malam hari, diantaranya kisah tentang dewa ruci, babat alas dan bimo suci (seri werkudoro). Kadang juga cerita Prabu Sosro Gundolo (seri gatot kaca),” terang Sutedjo.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Terkini

LKPP Targetkan 3,5 Juta Produk di E-Katalog Tahun 2023

Jumat, 23 Desember 2022 | 22:00 WIB

Sambut Bonus Demografi 2030, Menaker Ida: Fokus 5C

Jumat, 16 Desember 2022 | 18:29 WIB

KPK: Jaminan Kesehatan Banyak Dikorupsi

Kamis, 8 Desember 2022 | 17:00 WIB

Lord Rangga Diduga Meninggal Karena Terlalu Capek

Rabu, 7 Desember 2022 | 12:43 WIB

Kadin: B20 Momentum Pemulihan Ekonomi Pascapandemi

Rabu, 16 November 2022 | 17:45 WIB

Putin Tidak Akan Hadir di G20 Bali !

Kamis, 10 November 2022 | 10:42 WIB
X