BPJS Ketenagakerjaan Berikan Rp443 M untuk Peserta di NTB

- Kamis, 7 Juli 2022 | 21:20 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin, secara simbolis, menyerahkan santunan program BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp443 miliar kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah di NTB. (Dokumentasi BPJS Ketenagakerjaan)
Wakil Presiden Ma'ruf Amin, secara simbolis, menyerahkan santunan program BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp443 miliar kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah di NTB. (Dokumentasi BPJS Ketenagakerjaan)

Sedikitnya 10 ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan di Nusa Tenggara Barat menerima santunan senilai Rp443 miliar. Santunan ini berasal dari Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, santunan itu berasal dari 35 ribu lebih klaim manfaat program BPJS Ketenagakerjaan di NTB periode Juni 2021 hingga kini. Diserahkan pula beasiswa untuk lima anak.

"Periode selama setahun ke belakang, tercatat manfaat beasiswa pendidikan maksimal yang BPJS Ketenagakerjaan berikan senilai Rp21 miliar kepada 343 anak yang berhak di NTB," terangnya.

Penyerahan santunan, secara simbolis, dilakukan Wakil Presiden Ma'aruf Amin kepada Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Dalam sambutannya, Ma'aruf menyampaikan berbagai bantuan yang diberikan merupakan komitmen dan kewajiban pemerintah untuk memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang memang tidak mampu. Juga untuk mendukung pemberdayaan agar nantinya masyarakat bisa mandiri.

"Mudah-mudahan apa yang diberikan oleh pemerintah ini memberikan manfaat kepada keluarga dan anak-anaknya, termasuk untuk beasiswa yang dari SD sampai dengan kuliah perguruan tinggi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Magelang, Budi Pramono menambahkan, pelayanan klaim jaminan di BPJS Ketenagakerjaan sangatlah mudah dan cepat, hanya dengan genggaman ponsel.

"Sekarang zaman sudah semakin maju, digitalisasi pada pelayanan publik menjadi hal yang utama karena instansi yang melaksanakan pelayanan publik, sehingga dengan adanya aplikasi digital seluruh pelayanan di BPJamsostek dapat mudah diakses oleh masyarakat," paparnya.

Dari data yang ada, jumlah tenaga kerja yang sudah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan di NTB per Mei 2022 sebanyak 392 ribu tenaga kerja atau sekitar 24 persen dari tenaga kerja yang ada, dimana masih ada sekitar 1,2 juta lagi tenaga kerja yang belum terlindungi. (H88)

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

Api Merapi Kobarkan Semangat Porda-Peparda DIY

Senin, 29 Agustus 2022 | 08:42 WIB

Perbaikan Venue dan Peluncuran Maskot

Senin, 29 Agustus 2022 | 08:41 WIB

Persiapan Porda Maksimal, Sleman Percaya Diri

Senin, 29 Agustus 2022 | 08:39 WIB

Atjong Tio Raih Catatan Waktu Tercepat

Minggu, 14 Agustus 2022 | 17:13 WIB

Wapres: Kuatkan Moderasi Beragama

Kamis, 11 Agustus 2022 | 20:30 WIB

Capaian Iuran BPJS Kesehatan 2021 Meningkat

Rabu, 6 Juli 2022 | 16:00 WIB
X