Capaian Iuran BPJS Kesehatan 2021 Meningkat

- Rabu, 6 Juli 2022 | 16:00 WIB
Jajaran Dewan Direksi dsn Dewan Pengawas BPJS Kesehatan usai jumpa pers capaian kinerja tahun 2021. (Dokumentasi BPJS Kesehatan)
Jajaran Dewan Direksi dsn Dewan Pengawas BPJS Kesehatan usai jumpa pers capaian kinerja tahun 2021. (Dokumentasi BPJS Kesehatan)

Sepanjang tahun 2021, BPJS Kesehatan mencatat peningkatan penerimaan iuran cukup signifikan. Hingga 31 Desember 2021, tercatat penerimaan iuran mencapai Rp 143,3 triliun atau naik dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 139,8 triliun.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan, peningkatan ini berkat dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak. Termasuk didukung dari jumlah kanal pembayaran yang tersebar di 696.569 titik yang terdiri dari kanal perbankan, non perbankan hingga Kader JKN.

"Penerimaan ini lebih besar dari yang ditargetkan. Capaian ini berkat dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak," ujarnya saat jumpa pers secara virtual, kemarin.

Dia menuturkan, tidak hanya kenaikan iuran saja yang berhasil dicapai, tapi juga sukses mempertahankan predikat Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) untuk laporan keuangan tahun 2021 dari akuntan publik. Hasil ini merupakan predikat WTM kedelapan secara berturut-turut yang diraih sejak BPJS Kesehatan beroperasi tahun 2014, dan predikat ke-30 sejak era PT Askes (Persero).

"Hal ini menandakan posisi keuangan BPJS Kesehatan per tanggal 31 Desember 2021 serta kinerja keuangan dan arus kas sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia sesuai dengan audit dari Kantor Akuntan Publik," katanya.

Menurutnya, capaian di tengah pandemi Covid-19 ini tidak didapat tanpa kerja keras. Pihaknya pun terus membuat gebrakan baru dengan memperhatikan kepada publik.

"Dengan komitmen yang terus kami kedepankan, hal ini lah yang menjadikan BPJS Kesehatan sukses mempertahankan capaian WTM dalam mengelola keuangan,” tuturnya.

Ghufron menambahkan, capaian selanjutnya yang patut diapresiasi adalah kondisi Dana Jaminan Sosial (DJS) di tahun 2021 yang telah dinyatakan positif. Hal tersebut dibuktikan dari aset neto yang dimiliki hingga tahun 2021 sebesar Rp 38,7 triliun. Posisi aset neto ini masuk dalam kategori sehat dan mampu memenuhi 5,15 bulan estimasi pembayaran klaim ke depan.

"Dengan capaian tersebut, kami juga senantiasa berupaya untuk menciptakan inovasi, khususnya dari sisi finansial dan ekosistem digitalisasi, sehingga dapat mempercepat peningkatan mutu layanan," jelasnya.

Meski meraih hasil membanggakan, ia mengaku, BPJS Kesehatan masih memiliki berbagai tantangan yang harus diperbaiki, khususnya akses, mutu, efisiensi, ekuitas dan sustainabilitas finansial.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

Api Merapi Kobarkan Semangat Porda-Peparda DIY

Senin, 29 Agustus 2022 | 08:42 WIB

Perbaikan Venue dan Peluncuran Maskot

Senin, 29 Agustus 2022 | 08:41 WIB

Persiapan Porda Maksimal, Sleman Percaya Diri

Senin, 29 Agustus 2022 | 08:39 WIB

Atjong Tio Raih Catatan Waktu Tercepat

Minggu, 14 Agustus 2022 | 17:13 WIB

Wapres: Kuatkan Moderasi Beragama

Kamis, 11 Agustus 2022 | 20:30 WIB

Capaian Iuran BPJS Kesehatan 2021 Meningkat

Rabu, 6 Juli 2022 | 16:00 WIB
X