Tak Hanya Sekali, Begini Sejarah Kecelakaan Kerja PLTP Dieng

- Senin, 14 Maret 2022 | 12:17 WIB
Kebocoran Gas di Dieng (Dok PT Geo Dipa Unit Dieng)
Kebocoran Gas di Dieng (Dok PT Geo Dipa Unit Dieng)

JAWA TENGAH, suaramerdeka-kedu.com - Kecelakaan kerja akibat pengeboran sumur panas bumi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) kembali berulang, pada Sabtu, (12/3) kemarin.

Ada sekitar delapan orang dirawat intensif di RSUD Wonosobo dan satu orang meninggal dunia dalam peristiwa kebocoran gas H2S tersebut.

Adapun lokasi kebocoran gas H2S terjadi pada lokasi pengeboran sumur Pad 28 milik PT Geo Dipa Energi di Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa tengah.

Kejadian tersebut, bermula saat para pekerja tersebut tengah melakukan persiapan pengeboran di sumur Pad 28. Saat melakukan pengecekan relief valve dari sumur Pad 28 itulah, para pekerja terpapar gas H2S dan mulai mual hingga pingsan.

Baca Juga: Pasca kecelakaan Kerja PLTP, Dieng Aman Dikunjungi Wisatawan

Kejadian yang membahayakan ini bukan kecelakaan pertama pada proyek PLTP Dieng, karena tercatat setidaknya sudah dua kali terjadi kecelakaan serius di PLTP Dieng sebelumnya.

Pertama, pada 30 Juni 2007 terjadi ledakan keras dari pipa brand water unit 9 milik PLTP Dieng. Pada peristiwa ini menyebabkan setidaknya 14 orang yang berada di sekitar pipa mengalami luka serius.

Adapun yang kedua, pada 13 Juni 2016 terjadi ledakan di sumur Pad 30 saat para pekerja sedang melakukan pembersihan rutin. Akibat ledakan ini, enam orang pekerja mengalami luka bakar serius dan harus dirawat intensif di RSUD Wonosobo.

Baca Juga: PMI Latih PMR Turuni Tebing

Tidak hanya di Dieng, peristiwa kecelakaan dari proyek PLTP kerap kali terjadi dan terus berulang, mulai dari kebocoran gas H2S, ledakan sumur dan pipa, hingga semburan lumpur panas yang mirip dengan semburan lumpur Lapindo.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

Luhut Minta DPR Tak Cari Popularitas

Jumat, 10 Juni 2022 | 10:23 WIB
X