Terbukti Korupsi, Mantan Manajer Transvision Yogyakarta Dihukum 10 Tahun

- Kamis, 20 Januari 2022 | 14:18 WIB
SIDANG VONIS : Mantan Deputy Businnes Manager Manajer Cabang Transvision Yogyakarta Klau Victor Apryanto menjalani sidang pembacaan vonis secara online, Rabu (19/1).(SM/Amelia Hapsari)
SIDANG VONIS : Mantan Deputy Businnes Manager Manajer Cabang Transvision Yogyakarta Klau Victor Apryanto menjalani sidang pembacaan vonis secara online, Rabu (19/1).(SM/Amelia Hapsari)

YOGYAKARTA, suaramerdeka-kedu.com - Perkara dugaan korupsi penyaluran kredit PD BPR Jogja memasuki babak baru. Salah satu terdakwa atas nama Klau Victor Apryanto dinyatakan terbukti bersalah oleh majelis hakim PN Tipikor Yogyakarta dalam sidang yang digelar Rabu (19/1).

Klau yang pernah menjabat Deputy Businnes Manager Manajer Cabang PT Indonusa Telemedia (Transvision) Yogyakarta divonis 10 tahun penjara, dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan. Terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp 1,5 miliar.

"Uang pengganti dibayarkan paling lama satu bulan setelah putusan memiliki kekuatan hukum tetap. Jika tidak membayar maka harta benda milik terdakwa disita, dan apabila tidak mencukupi maka dipidana penjara selama 5 tahun," tandas ketua majelis hakim, Muh Djauhar Setyadi.

Baca Juga: Vaksinasi Booster di Sleman Baru Tercapai 0,4 Persen

Majelis yang beranggotakan Suryo Hendratmoko, dan Binsar Pantas P Sihaloho memutuskan terdakwa bersalah melanggar dakwaan primair pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU Pemberantasan Tipikor.

Vonis itu lebih rendah tahun dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut 11 tahun penjara, dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan. Namun untuk pidana tambahan berupa uang pengganti, nominalnya lebih tinggi dari tuntutan senilai Rp 1,074 miliar.

Dari rangkaian sidang terungkap, kasus rasuah ini bermodus pengajuan kredit pegawai ke Bank Jogja Cabang Gedong Kuning Yogyakarta dengan menggunakan dokumen palsu. Ada 162 debitur yang diajukan namun ternyata bukan karyawan Transvision.

Baca Juga: Mengenal Omicron Lebih Jauh Oleh: Sri Wijayanti Wulandari

Kredit tersebut diajukan oleh Klau Victor, dan Farrel Everald Fernanda selaku sales agen Transvision. Mereka mengajukan pinjaman selama rentang Agustus 2019 sampai dengan Juli 2020.

Plafon kredit berkisar Rp 60 juta hingga Rp 300 juta, dan disetujui pencairan sebesar Rp 28,3 miliar. Selain Klau dan Farrel yang sudah menjalani tahapan sidang, kasus ini juga menyeret tiga terdakwa lain dari intern Bank Jogja.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

LKPP Targetkan 3,5 Juta Produk di E-Katalog Tahun 2023

Jumat, 23 Desember 2022 | 22:00 WIB

Sambut Bonus Demografi 2030, Menaker Ida: Fokus 5C

Jumat, 16 Desember 2022 | 18:29 WIB

KPK: Jaminan Kesehatan Banyak Dikorupsi

Kamis, 8 Desember 2022 | 17:00 WIB

Lord Rangga Diduga Meninggal Karena Terlalu Capek

Rabu, 7 Desember 2022 | 12:43 WIB

Kadin: B20 Momentum Pemulihan Ekonomi Pascapandemi

Rabu, 16 November 2022 | 17:45 WIB

Putin Tidak Akan Hadir di G20 Bali !

Kamis, 10 November 2022 | 10:42 WIB
X