Vaksinasi Booster di Sleman Baru Tercapai 0,4 Persen

- Rabu, 19 Januari 2022 | 16:54 WIB
Link dan jadwal vaksin booster Covid-19 dosis 3 untuk Lansia di Kota Jogja. Vaksin diadakan mulai tanggal 24-27 Januari 2022. (Pexels)
Link dan jadwal vaksin booster Covid-19 dosis 3 untuk Lansia di Kota Jogja. Vaksin diadakan mulai tanggal 24-27 Januari 2022. (Pexels)
SLEMAN, suaramerdeka-kedu.com - Sepekan pasca kick off, capaian vaksinasi booster Covid-19 di Kabupaten Sleman masih rendah.
 
Hingga Selasa (18/1) tercatat baru 541 lansia telah menerima booster atau 0,4 persen dari target 124.932 orang.
 
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Cahya Purnama menegaskan, stok vaksin untuk booster mencukupi.
 
 
"Jumlah lansia ada kurang lebih 130 ribu orang. Ketersediaan vaksin booster untuk lansia saat ini mencukupi, tapi untuk masyarakat umum nanti harus mengajukan ke pusat," katanya, Rabu (19/1).
 
Kendala yang ada, menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Khamidah Yuliati, lebih pada kebutuhan pendamping bagi lansia.
 
"Secara umum, kendala di tingkat nakes tidak ada. Mungkin kendalanya karena kebanyakan lansia butuh pendamping saat mengikuti vaksinasi," katanya.
 
 
Sesuai Surat Edaran Kementerian Kesehatan, lansia menjadi prioritas dalam pemberian suntikan booster vaksin Covid-19. Setelahnya diprioritaskan bagi ASN dan tenaga pendidik, baru kemudian masyarakat umum. 
 
Sementara ini, booster yang diberikan disesuaikan dengan ketersediaan vaksin di provinsi dan kabupaten yaitu AstraZeneca dan Pfizer. Masing-masing disuntikkan setengah dosis.
 
Teknisnya, jika saat vaksinasi primer menerima vaksin Sinovac, maka booster yang diberikan adalah Pfizer atau AstraZeneca.
 
 
Sedangkan penerima vaksin satu dan dua jenis AstraZeneca, boosternya adalah Pfizer atau Moderna. Namun saat ini stok Moderna masih kosong.
 
"Percepatan vaksinasi terus dilakukan beriringan dengan penerapan protokol kesehatan. Langkah ini sebagai upaya mitigasi varian Omicron," ujar Khamidah.
 
Dia menambahkan, sampai saat ini tidak ada temuan Omicron di Sleman. Beberapa waktu lalu, Dinkes telah mengirimkan dua sampel ke laboratorium. Masing-masing dari RSUD Sleman dan RS Panti Rini.
 
Untuk sampel pasien dari RS Panti Rini dinyatakan negatif Omicron. 
 
Sedangkan sampel dari RSUD Sleman masih dalam proses pemeriksaan usai dikirim sepekan lalu. Kemungkinan hasilnya baru akan keluar dalam waktu dua atau tiga minggu ke depan.
 
Sampel pasien tersebut dicurigai terpapar Omicron lantaran CT value-nya kurang dari 25. Namun begitu tidak ada riwayat perjalanan dari luar negeri.
 

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

Kadin: B20 Momentum Pemulihan Ekonomi Pascapandemi

Rabu, 16 November 2022 | 17:45 WIB

Putin Tidak Akan Hadir di G20 Bali !

Kamis, 10 November 2022 | 10:42 WIB

Srikandi Patra, Secercah Asa bagi Kaum DifabelĀ 

Jumat, 21 Oktober 2022 | 10:01 WIB

Api Merapi Kobarkan Semangat Porda-Peparda DIY

Senin, 29 Agustus 2022 | 08:42 WIB

Perbaikan Venue dan Peluncuran Maskot

Senin, 29 Agustus 2022 | 08:41 WIB

Persiapan Porda Maksimal, Sleman Percaya Diri

Senin, 29 Agustus 2022 | 08:39 WIB

Atjong Tio Raih Catatan Waktu Tercepat

Minggu, 14 Agustus 2022 | 17:13 WIB

Wapres: Kuatkan Moderasi Beragama

Kamis, 11 Agustus 2022 | 20:30 WIB
X