Cegah Kebakaran Hutan, Pesawat Tanpa Awak Siap Patroli

- Kamis, 13 Januari 2022 | 15:47 WIB
Foto: Presiden Jokowi melihat dari dekat pesawat tanpa awak pendeteksi kebakaran hutan.(Foto: ist)
Foto: Presiden Jokowi melihat dari dekat pesawat tanpa awak pendeteksi kebakaran hutan.(Foto: ist)


YOGYAKARTA, suaramerdeka-kedu.com - Kebakaran hutan di sebagian wilayah Indonesia terjadi secara rutin setiap musim kemarau. Penyebabnya, faktor alam dan manusia. Pemerintah mengupayakan berbagai cara mencegah dan mengatasi kebakaran tersebut.

Sejumlah pihak juga berusaha membantu pemerintah, salah satunya tim peneliti Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik UGM yang mengembangkan pesawat tanpa awak untuk deteksi dini kebakaran hutan.

Pesawat tanpa awak yang diberi nama Elang Caraka mampu terbang selama enam jam dengan jarak tempuh 200 kilometer untuk melakukan pengawasan wilayah secara autonomous.

Menurut ketua tim, Dr Gesang Nugroho ST MT, operator dapat mengendalikan pesawat tanpa awak dari jarak jauh serta melihat rekaman gambar secara langsung melalui monitor yang ada di Ground Control Station.

Pesawat siap melakukan patroli memantau kondisi hutan terutama yang di daerah yang rawan kebakaran.

''Elang Caraka dikembangkan sebagai solusi mencegah meluasnya kebakaran hutan yang ada di Indonesia. Beberapa tahun belakangan kawasan hutan mengalami penyusutan, sebagian besar akibat peristiwa kebakaran hutan dan pembalakan liar,'' ujar Gesang.

Kondisi geografis, medan lahan gambut yang luas, kurangnya akses jalan, terbatasnya sumber daya manusia, dan minimnya fasilitas menimbulkan masalah yang cukup besar untuk melakukan pemantauan dan pemadaman dini kebakaran. Ketika hutan terbakar, jarang ada yang mengetahui titik terbakarnya ada di lokasi mana.

Deteksi Dini

Karena itu, perlu pendeteksi dini titik api di hutan untuk menghindari meluasnya kebakaran. Selama ini pendeteksi titik api dilakukan dengan patroli udara menggunakan helikopter.

Namun penggunaan helikopter memakan biaya tinggi dan hanya bisa dilakukan siang hari. Ketika terjadi kebakaran di malam hari, api sudah terlanjur membesar pada keesokan hari sehingga sulit dipadamkan.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

Kadin: B20 Momentum Pemulihan Ekonomi Pascapandemi

Rabu, 16 November 2022 | 17:45 WIB

Putin Tidak Akan Hadir di G20 Bali !

Kamis, 10 November 2022 | 10:42 WIB

Srikandi Patra, Secercah Asa bagi Kaum DifabelĀ 

Jumat, 21 Oktober 2022 | 10:01 WIB

Api Merapi Kobarkan Semangat Porda-Peparda DIY

Senin, 29 Agustus 2022 | 08:42 WIB

Perbaikan Venue dan Peluncuran Maskot

Senin, 29 Agustus 2022 | 08:41 WIB

Persiapan Porda Maksimal, Sleman Percaya Diri

Senin, 29 Agustus 2022 | 08:39 WIB

Atjong Tio Raih Catatan Waktu Tercepat

Minggu, 14 Agustus 2022 | 17:13 WIB

Wapres: Kuatkan Moderasi Beragama

Kamis, 11 Agustus 2022 | 20:30 WIB
X