Regrouping 36 SD di Purworejo Selesai, Masih Sisakan Segelintir Persoalan

- Rabu, 7 Desember 2022 | 13:46 WIB
Evaluasi regrouping (SM/Hafidz Kurnia)
Evaluasi regrouping (SM/Hafidz Kurnia)

PURWOREJO, suaramerdeka-kedu.com - Proses regrouping atau penggabungan terhadap 36 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Purworejo telah selesai dilaksanakan pada tahun 2022 ini. Kendati prosesnya telah sukses diselesaikan, namun regrouping ini ternyata masih menyisakan segelintir persoalan.

Hal itu mengemuka pada kegiatan evaluasi dari program regrouping, di ruang pertemuan UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Banyuurip, Selasa (6/12).

Hadir dalam evaluasi tersebut jajaran Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo, Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, sejumlah Korwilcambidik, serta sejumlah kepala sekolah.

Wakil Ketua Komisi IV, Muhammad Abdullah mengemukakan jika proses regrouping di Kabupaten Purworejo ini banyak menemui kendala. Namun akhirnya kendala-kendala tersebut bisa dilalui dan regrouping 36 SD ini bisa diselesaikan pada tahun 2022.
Menurutnya, permasalahan yang cukup menonjol adalah regrouping SD Gesikan ke SD Paitan, Kecamatan Kemiri. Muncul penolakan penutupan terhadap SD Gesikan yang akan dipindahkan ke SD Paitan.

"Untuk siswa 100 persen sudah pindah ke sekolah baru setelah regrouping," kata Abdullah usai evaluasi berlangsung.

Meski akhirnya regrouping SD Gesikan dan SD Paitan berhasil dilakukan, namun menurut Abdullah dalam evaluasi yang telah berjalan muncul lagi sedikit persoalan yang disampaikan oleh Kepala Sekolah SD Paitan.

Dijelaskan jika aset dari SD Gesikan yang sudah ditutup seharusnya dipakai dan bisa dimanfaatkan oleh SD Paitan. Namun aset tersebut malah ditahan oleh Kepala Desa Gesikan.

Baca Juga: Gedung Kesenian Tidak Dapat Difungsikan Hingga 2023, Dalam Proses Rehab

"Aset yang di SD Gesikan itu untuk dipakai di SD Paitan, semua aset yang bisa dipindah ke SD Paitan, aset mebeler. Aset mebeler dibutuhkan di SD Paitan karena tambah siswa, ada tambahan kursi, komputer, tapi kan belum bisa dipakai karena belum boleh diambil, masih dipertahankan oleh Kepala Desa di Gesikan," kata Abdullah.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ganjar Tinjau Proyek Masjid Agung di Magelang

Selasa, 31 Januari 2023 | 20:56 WIB

Kapolres Magelang Kota Pimpin Upacara HUT Satpam Ke 42

Selasa, 31 Januari 2023 | 15:37 WIB

Wartawan Suara Merdeka Juara Menulis Lingkungan

Senin, 30 Januari 2023 | 15:19 WIB

Read Aloud Magelang Resmi Dilaunching

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:55 WIB

Panglima TNI Tinjau Kantor Pemkot Magelang

Minggu, 29 Januari 2023 | 17:05 WIB
X