STIE Rajawali Purworejo Mendampingi Disabilitas, Berhasil Kembangkan Usaha Jamur Tiram

- Senin, 28 November 2022 | 14:55 WIB
Dr. Hesti Respatiningsih, SE, M.Par berikan cinderamata untuk kelompok disabilitas (SM/Dok)
Dr. Hesti Respatiningsih, SE, M.Par berikan cinderamata untuk kelompok disabilitas (SM/Dok)

PURWOREJO, suaramerdeka-kedu.com - Pengabdian masyarakat yang dikembangkan STIE Rajawali menuai hasil. Progam kemitraan masyarakat ini diketuai oleh Oleh Dr. Hesti Respatiningsih, SE, M.Par (Dosen Manajemen STIE Rajawali Purworejo) dengan anggota Dr. Dwi Irawati, SE, M.Si (Dosen Manajemen Universitas Muhammadiyah Purworejo) dan Nurlaila Fatmawati, M.Si (Dosen Agroteknologi UMNU Kebumen).

Program ini telah berhasil mengembangkan usaha jamur tiram pada kelompok penyandang disabilitas DPO Restu Abadi Purworejo.

Menurut Ketua Tim Pengabdian masyarakat Dr Hesti Respatiningsih, SE, M.Par bahwa Program pengabdian masyarakat yang merupakan kolaborasi 3 perguruan tinggi yaitu STIE Rajawali Purworejo, Universitas Muhammadiyah Purworejo dan Universitas Maarif Nahdatul Ulama Kebumen.

Menurut dia menjadi penyandang disabilitas tidak membuat seseorang menjadi anggota masyarakat yang kurang fungsional.

"Dengan memberikan kesempatan yang sama dan rasa hormat yang sesuai, akan bisa menumbuhkan rasa percaya diri dan sikap positif pada kaum penyandang disabilitas bahwa meskipun memiliki keterbatasan fisik (kecacatan), penyandang disabilitas masih bisa memiliki kemampuan dan fokus untuk mengembangkan bakat dan potensinya," katanya, Senin (28/11).

Menurut Hesti dalam melaksanakan program kemitraan masyarakat ini tim pelaksana prpogram dibantu oleh 6 mahasiswa gabungan dari 3 perguruan tinggi yaitu 2 dari progdi manajemen STIE Rajawali, 2 dari prodi manajemen universitas Muhammadiyah Purworejo dan 2 dari prodi agorteknologi UMNU Kebumen.

Metode yang digunakan dalam penyelesaian masalah dalam pengembangan usaha jamur tiram pada kelompok disabilitas DPO Restu Abadi berdasarkan kebutuhdan dan persoalan prioritas.

Persoalan pada aspek produksi jamur tiram diselesaikan dengan cara memberikan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan dalam budidaya jamur tiram yang terstandar secara proses maupun mutu.

"Memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan varian rasa pedas level (dengan memanfaatkan cabe kering dan bumbu) untuk mencapai segmen tambahan, yaitu segmen remaja. Mengadakan penambahan kumbung (2 kumbung) dan baglog (3.500) dilengkapi dengan kompor gas, selang, regulator, alat sterilisasi baglog, dan chopper untuk meningkatkan kapasitas produksi jamur tiram," paparnya.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Barongsai Sebagai Simbol Pembawa Berkah

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:09 WIB

Sedapnya Kue Keranjang Imlek Balutan Daun Pisang

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:04 WIB
X