1.300 Petani Tolak Kenaikan Cukai

- Sabtu, 26 November 2022 | 10:02 WIB
:Pengurus APTI Jateng Yamudi didampingi pengurus APTI Temanggung dan petani tembakau siap temui Menkeu di Jakarta. (SM/Riki Diswantoro)
:Pengurus APTI Jateng Yamudi didampingi pengurus APTI Temanggung dan petani tembakau siap temui Menkeu di Jakarta. (SM/Riki Diswantoro)

TEMANGGUNG, Suaramerdeka-kedu.com - Kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) sebesar 10 persen yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan beberapa waktu lalu, berimbas penolakan di tingkat petani tembakau Pasalnya, petani merasa yang paling dirugikan lantaran saat ini belum ada regulasi untuk melindungi pembelian tembakau.

”Upah pekerja sudah ada aturan, tarif listrik juga sudah ada aturan, kertas sudah ada ketentuannya, yang belum ada perlindungan hukum di tata niaga pembelian bahan baku, yakni tembakau, itu mengapa kenaikan cukai selalu merugikan petani,” ”jelas Yamudi, pengurus Asosiasi Petani Tembakau (APTI) Jawa Tengah, Jumat (25/11).


Dia mengatakan, industri rokok yang menyerap tembakau akan melakukan cara dengan menurunkan pembelian di tingkat petani. ”Satu-satunya untuk menurunkan cost produksi mereka yaitu dengan menekan pembelian bahan baku dari dampak kenaikan cukai itu,” ujarnya.

Rencananya aksi menentang kenaikan cukai tembakau tahun 2023 akan dilaksanakan pada tanggal 28 November 2022. ”Kita akan ke Jakarta dengan membawa 1.300 petani tembakau di Jawa Tengah dari Kabupaten Wonosobo, Temanggung, Boyolali, Magelang, dan Rembang. Jika (Menkeu) tidak bisa ditemui, maka akan kami lakukan pada hari berikutnya, bahkan kita akan bertahan sampai bisa bertemu,” tuturnya.
Yamudi menyebut, sampai saat ini hanya industri rokok yang bisa melakukan serapan tembakau. ”Karena ini mata pencaharian kami, yang kami andalkan di sini ya tembakau,” jelasnya.

Sementara petani tembakau, Panut, mengatakan, saat ini petani tembakau juga dibebani dengan pencabutan pupuk subsidi untuk tanaman tembakau. ”Ibarat petani sekarang adalah ”ngisor wadas duwur watu” sudah nggak bisa apa-apa, petani ditekan oleh cukai tinggi itu akan berpengaruh terhadap pembelian dan harga tembakau,” katanya.

Sementara pengurus APTI Jawa Tengah Yuda Sudarmaji mengatakan, imbas kenaikan hasil cukai tembakau akan berdampak pada ekonomi nasional. ”Secara tidak langsung kenaikan cukai akan berdampak secara ekonomi nasional, jika dilihat 57 juta UMKM di Indonesia 25 persennya adalah pedagang rokok. Ketika pembeliannya turun, maka ke depan akan tidak bisa berdagang,” ujar Yuda.

Dia menyebutkan, kenaikan CHT merupakan keputusan sepihak hanya untuk menutup APBN. Karena cukai tembakau dijadikan andalan bagi Indonesia untuk APBN. ”Yang paling cepat dengan menaikkan cukai jangan seperti itulah, kami ini hanya beberapa persen di Indonesia, kami sempat menjadi andalan pendapatan negara yang artinya jika sudah masuk APBN seluruh masyarakat Indonesia menikmati. Kami iklhas menjadi penyumpang terbesar tapi tolong lindungi kami petani tembakau,” tuturnya.

Ia juga merasa sudah jatuh tertimpa tangga. Pada September pemerintah sudah menaikan BBM yang itu akan menambah inflasi pada akhir tahun. ”Dan itu kami rasakan betul ada kenaikan di beberapa komoditas, terutama di kami petani sangat memberatkan.” Pungkasnya.

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

Barongsai Sebagai Simbol Pembawa Berkah

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:09 WIB

Sedapnya Kue Keranjang Imlek Balutan Daun Pisang

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:04 WIB
X