Memulai Bisnis Kue dan Roti Dari Nol, Erna Kini Sukses Raup Omset Ratusan Juta

- Jumat, 25 November 2022 | 10:48 WIB
Para pegawai sedang membuat kue dan roti di rumah produksi milik Erna Susilowati (45), Desa Bayem, Kecamatan Kutoarjo (SM/Hafidz Kurnia)
Para pegawai sedang membuat kue dan roti di rumah produksi milik Erna Susilowati (45), Desa Bayem, Kecamatan Kutoarjo (SM/Hafidz Kurnia)

PURWOREJO, suaramerdeka-kedu.com - Kerja keras tidak akan pernah menghianati hasil. Hal itulah yang ditanamkan pada benak Erna Susilowati (45) saat mulai menggeluti usaha kue dan roti 15 tahun silam.

Berawal dari ibu rumah tangga yang hobi membuat kue, kini ia berhasil membangun dan mengembangkan usaha kue dan roti hingga memiliki 5 cabang toko di 2 kabupaten.

Ibu tiga anak itu memulai bisnis ini dari nol, bahkan warga Semawung Daleman, Kecamatan Kutoarjo ini mengaku berhutang Rp 20 juta untuk modal awal.

Tidak mudah bagi Erna untuk langsung melejit dalam bisnis ini, terlebih pada Februari 2007, saat dirinya memulai bisnis ini minat masyarakat terhadap kue dan roti masih rendah. Roti dan kue ini pada masa itu juga masih jarang sekali dipakai untuk acara pernikahan dan sebagainya.

Setelah 3 tahun bisnis Erna berjalan dan mulai dikenal dari mulut ke mulut, dirinya akhirnya bisa mengontrak sebuah tempat untuk dijadikan outlet atau toko pertamanya.

Erna menuturkan jika usaha yang dinamai Tulip Cake and Bakery ini mulai terasa hasilnya saat sudah berjalan selama 4 tahun. Saai ini Erna sudah memiliki 5 cabang outlet di Kabupaten Purworejo dan Kebumen, serta 1 rumah produksi di Desa Bayem, Kecamatan Kutoarjo.

"Mulai, Februari 2007. Pemula benar-benar dari nol, sebelumnya ibu rumah tangga biasa, Iseng-iseng, hobi membuat roti. Jalan 3 tahun pakai sales, titip ke warung-warung selama 3 tahun. Awal buka (toko) di selatan terminal Purworejo, tahun 2010," kata Erna saat ditemui di rumah produksinya, Kamis (24/11).

Rumah produksi yang dimiliki Erna bisa dibilang cukup besar dengan peralatan yang lumayan lengkap. Dari keterangan Erna, saat ini ia sudah memiliki karyawan sebanyak 25 orang. Omset setiap bulan saat ini bisa mencapai Rp 100 juta lebih.

"Perbulan, omset sekitar Rp 100 juta. Karyawan 25. (Terjual) 5000-an lebih kotak perbulan. Paling murah (harga setiap kotak) Rp 5000 paling mahal bisa sampai 200 lebih tergantung pesanan. Awalnya (pemasaran) dari mulut ke mulut, kalau sekarang lewat radio dan media sosial," kata lulusan Akutansi SMEA (Sekolah Menengah Ekonomi Atas) Sawunggalih Kutoarjo ini.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Barongsai Sebagai Simbol Pembawa Berkah

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:09 WIB

Sedapnya Kue Keranjang Imlek Balutan Daun Pisang

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:04 WIB
X