Prihatin. Pill Yarindo Beredar Di Kalangan Sekolah Di Temanggung

- Kamis, 24 November 2022 | 13:12 WIB
BNNK Temanggung saat Press rilis Rabu, 23/11 (SM/Riki Diswantoro)
BNNK Temanggung saat Press rilis Rabu, 23/11 (SM/Riki Diswantoro)

 

TEMANGGUNG - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Temanggung merilis bahwa ditemukan dengan jumlah masif di kalangan pelajar di Temanggung memakai pill yarindu.

Sub Koordinator P2M BNNK Temanggung Sonny Hendrawan mengatakan, pihaknya sudah melakukan deteksi dini ke sekolah-sekolah dengan melakukan tes urine serta sosialisasi.

"Kemarin sudah melakukan beberapa kali di anak setingkat SMP dan SMK dan beberapa SMK sudah berkenan pengadaan tes urine dengan satu parameter untuk mendeteksi adanya kandungan benso yaitu yarindo," ujarnya. Saat Press Release, Rabu,(23/11).
.
Sony menyebut, berdasarkan temuan ke sekolah dari sampel yang diberikan oleh sekolah sekitar 20 hingga 50 siswa hampir 50 persen lebih sudah mengkonsumsi obat jenis yarindo.

Ia mengatakan, setelah ada temuan di satu parameter, pihaknya akan mengembalikan lagi ke 7 parameter. "Dari pengembangan tes tersebut ada temuan yang positif THX, kami masih mendalami," tuturnya.

Ia menambahkan, Pill Yarindo yang dikonsumsi tanpa resep dokter akan membahayakan kesehatan dan daya pikir anak. "Efeknya, kesenangan sesaat, jadi pengguna akan terkesan oon misalkan di pelajaran pertama dia berusaha mengingat, namun di pelajaran selanjutnya dia akan lupa." Jelas Sony.

Dikatakan, pihaknya meminta dari Kementerian Kesehatan bisa melampirkan yarindo sebagai obat terlarang. "BPOM menyatakan dalam kemasan yarindo yang resmi harus dibungkus kemasan seperti tablet tetapi yang kita temukan dalam bentuk curah. Satu botol putih isinya bisa sampai seribu butir, harganya di kisaran Rp.675 ribu satu box tersebut. BPOM sudah menyatakan bahwa saat ini obat yarindo yang beredar di masyarakat adalah ilegal." Tegasnya.

Sementara Sub Koordinator Rehabilitasi BNNK Temanggung Djoko Sulistyono mengatakan, pengguna obat-obatan terlarang wajib mendapatkan rehabilitasi. "Masyarakat yang sukarela datang untuk rehab maka tidak akan ditahan, Kita dilindungi undang-undang," katanya.

Djoko mengatakan, dalam kurun waktu 2022 dari Januari hingga November pihaknya telah merehabilitasi sekira 20 pasien yang kebanyakan dari mereka berlatar belakang anak pelajar dari kalangan anak SMK/SMA.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

KPU Temanggung Tetapkan 6 Dapil Pemilu 2024 Mendatang

Senin, 28 November 2022 | 18:40 WIB

3 Anggota Keluarga Tewas di Magelang, Dugaan Diracun

Senin, 28 November 2022 | 15:39 WIB

Kota Magelang Raih 6 STBM Award dari Kemenkes

Sabtu, 26 November 2022 | 10:15 WIB

Pelajar Gelar Doa Bersama, Untuk Korban Cianjur

Sabtu, 26 November 2022 | 10:14 WIB

1.300 Petani Tolak Kenaikan Cukai

Sabtu, 26 November 2022 | 10:02 WIB
X