Dihentikan karena Langgar Lalu Lintas di Borobudur, Pelanggar Rebut Pistol Polisi

- Senin, 21 November 2022 | 16:14 WIB
JP, pelaku perampasan pistol milik polantas, saat digiring polisi untuk konferensi pers, di Polresta Magelang, Senin (21/11/2022). (Suara Merdeka/Birru Rakaitadewa)
JP, pelaku perampasan pistol milik polantas, saat digiring polisi untuk konferensi pers, di Polresta Magelang, Senin (21/11/2022). (Suara Merdeka/Birru Rakaitadewa)

MAGELANG, SUARA MERDEKA - Seorang warga merampas pistol milik anggota Satuan Lalu Lintas Polresta Magelang saat mobilnya diberhentikan karena melanggar lalu lintas. Pelaku sempat menembakkan pelurunya.

Pelaksana tugas Kepala Polresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan, kejadian berawal dari JP (30), warga Kota Yogyakarta, dan sopir melanggar rambu lalu lintas di pertigaan dekat kantor Satuan Pengamanan Objek Vital Polresta Magelang, Kecamatan Borobudur, Jumat (18/11/2022) pagi. Di situ ada tanda larangan masuk bagi mobil untuk menuju arah Pasar Borobudur.

Polisi lalu lintas yang sedang berjaga di pos, lanjut Sajarod, sempat meminta para pelanggar menghentikan mobil, tetapi tidak diindahkan. Mereka tetap melajukan kendaraannya untuk menghindari penilangan dari polisi.

"Mobil berhenti ketika lajunya terhalang oleh truk yang parkir di pinggir jalan. Tepatnya di depan gerbang SMK Muhammadiyah 1 Borobudur sekira pukul 08.30," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (21/11/2022).

Baca Juga: Dua Rumah di Singkir Jaraksari Dilanda Kebakaran

"Pada saat (mobil) berhenti, salah satu anggota kami melakukan pemeriksaan kelengkapan surat-surat dari pengemudi. Tidak disangka JP, yang duduk di sebelahnya, keluar dari pintu, berputar dari arah belakang, merampas senjata api organik milik anggota kami dari hoster," lanjutnya.

JP lantas berjalan ke trotoar dan mengayunkan pistol ke arah bawah. "Sambil mengayunkan pistol, pelaku mengaku sebagai anak polisi," ucap Sajarod.

Kemudian, JP meletuskan peluru yang mengenai aspal. Pelaku berhasil ditangkap usai salah satu personel Komando Resor Militer 072/Pamungkas yang saat itu ada di tempat kejadian perkara meringkusnya dari belakang.

"Adapun pengemudi hanya melanggar lalu lintas. Jadi, dikenakan tilang," imbuh Sajarod.

Sementara itu, JP mengaku melakukan tindakan tersebut lantaran panik. "Secara tidak langsung panik karena sebelumnya belum pernah berurusan dengan polisi, bahkan juga belum pernah ketilang," kata dia.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

KPU Temanggung Tetapkan 6 Dapil Pemilu 2024 Mendatang

Senin, 28 November 2022 | 18:40 WIB

3 Anggota Keluarga Tewas di Magelang, Dugaan Diracun

Senin, 28 November 2022 | 15:39 WIB

Kota Magelang Raih 6 STBM Award dari Kemenkes

Sabtu, 26 November 2022 | 10:15 WIB

Pelajar Gelar Doa Bersama, Untuk Korban Cianjur

Sabtu, 26 November 2022 | 10:14 WIB

1.300 Petani Tolak Kenaikan Cukai

Sabtu, 26 November 2022 | 10:02 WIB
X