Kepengurusan FKUB Periode 2022-2027 Usung Enam Isu dalam Program Kerjanya

- Sabtu, 19 November 2022 | 09:30 WIB


WONOSOBO, suaramerdeka-kedu.com - Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengukuhkan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Periode 2022-2027. Setidaknya terdapat enam program kerja yang akan diusung pada lima tahun mendatang.

Pada Pengukuhan Dewan Penasehat dan Pengurus FKUB, Wakil Bupati Wonosobo dilantik menjadi Ketua Dewan Penasehat. Seangkan Ketua FKUB yang resmi adalah Dr. Zaenal Sukawi.

Ketua FKUB Dr. Zaenal Sukawi mengatakan bahwa FKUB bertekad merumuskan berbagai macam program dan aksi ke depan yang tak hanya sekedar aksi saja, melainkan juga memperhatikan outcome dan output yang terukur. Sehingga bisa dipertanggung jawabkan serta bisa membantu Wonosobo lebih baik.

Baca Juga: Anggota Komisi IV DPR RI Dorong Penanganan Lahan Kritis di Desa Menjer

Setidaknya akan ada enam isu strategis yang akan diusung pada kepengurusannya. Antara lain terkait pemahaman Pancasila, isu inklusi sosial yang salah satu di antaranya kini telah memasuki tahun politik. Sehingga diharapkan bisa mencegah terjadi politik identitas yang akan merugikan banyak pihak.

Isu selanjutnya yakni tentang keadilan sosial. Keempat soal kelembagaan Pancasila, oleh karenanya pihaknya berkomitmen mewujudkan Wonosobo sebagai laboraturium kebhinekaan dan Pancasila.

"Kelima terkait dengan keteladanan sosial dimana tokoh tokoh agama tentu tidak hanya sekedar menyampaikan, tetapi sekaligus memerankan diri sebagai teladan bagi umatnya. Keenam isu tentang Bonus Demografi dan Generasi Emas. Itu semua tidak bisa dilakukan oleh FKUB sendiri, butuh kerjasama semua pihak agar semua itu bisa terwujud," papar Sukawi usai dilantik, pada Rabu (16/11/2022) di Pendopo Bupati.

Baca Juga: Pembangunan Jembatan Keseneng Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2022

Sementara itu Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan fenomena heterogenitas bangsa ini merupakan realitas yang tak terbantahkan. Indonesia merupakan negara majemuk, dengan keanekaragaman suku, agama, ras dan antar golongan.

"Namun disatukan melalui semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Terminologi tersebut telah memberikan pemaknaan akan realitas sosial yang ada dan terjadi pada bangsa ini, yang di satu sisi menuntut adanya kesadaran akan perbedaan serta di sisi lainnya perlunya persatuan serta kesatuan bangsa," kata Bupati.

Oleh karena itu, Afif menekankan ini lah peran strategis FKUB menjadi sangat penting. Selain menjadi pilar bagi kokohnya Bhineka tunggal ika, juga menjadi wadah dan tempat di mana perbedaan dipertemukan dipersatukan.

"Kami harap untuk dapat semakin meningkatkan perannya, sekaligus berkerjasama dengan seluruh stakeholders untuk menciptakan pemahaman antar umat beragama dan masyarakat. Sehingga akan tercipta keharmonisan anta umat beragama dan masyarakat," tutup Afif. (ang)

Editor: M. Nur Chakim

Terkini

KPU Temanggung Tetapkan 6 Dapil Pemilu 2024 Mendatang

Senin, 28 November 2022 | 18:40 WIB

3 Anggota Keluarga Tewas di Magelang, Dugaan Diracun

Senin, 28 November 2022 | 15:39 WIB

Kota Magelang Raih 6 STBM Award dari Kemenkes

Sabtu, 26 November 2022 | 10:15 WIB

Pelajar Gelar Doa Bersama, Untuk Korban Cianjur

Sabtu, 26 November 2022 | 10:14 WIB

1.300 Petani Tolak Kenaikan Cukai

Sabtu, 26 November 2022 | 10:02 WIB
X