Anggota Komisi IV DPR RI Dorong Penanganan Lahan Kritis di Desa Menjer

- Sabtu, 19 November 2022 | 09:04 WIB

WONOSOBO, suaramerdeka-kedu.com - Anggota Komisi IV DPR RI Vita Ervina mendorong adanya upaya penanganan lahan kritis di Desa Menjer. Sebanyak 3300 bibit buah alpukat alogator diberikan kepada pemerintah desa setempat. Indeks tutupan lahan di Wonosobo tercatat ada 53,53 persen.

Lahan kritis ialah tanah yang produktivitasnya tak sebanding dengan hasil yang diberikan, hal ini disebabkan oleh degradasi tanah. Lahan kritis pada 2020 di Wonosobo tercatat mencapai luas 36.482,85 hektar dan terbagi menjadi kawasan hutan lindung seluas 2.363,32 hektar dan di luar kawasan hutan lindung seluas 34.120,53 hektar.

Hal tersebut dikatakan oleh Anggota Komisi IV DPR RI Vita Ervina pada saat Sosialisasi Pemulihan Lahan dan Peresmian Kampoeng Alpukat di Desa Menjer, Jumat (18/11). Sebagai upaya pemulihan lahan, dia memberikan bantuan sebanyak Rp600 juta untuk penanaman pohon alpokat alligator.

Baca Juga: Pembangunan Jembatan Keseneng Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2022

"Bantuan tersebut diberikan melalui aspirasi saya dengan KLHK, uang tersebut diswa kelola oleh kelompok masyarakat Menjer dan dibelikan 3.300 bibit alpokat alligator untuk lahan seluas 12,4 hektar. Selain itu juga untuk membuat anak tangga di Kampoeng Alpokat serta bangunan gapura, semoga nantinya bisa dijadikan tempat wisata petik alpokat maupun religius," kata Vita usai penanaman simbolis pohon alpokat alligator di Desa Menjer.

Pada saat yang sama Dirjen PPKL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Edi Nugroho menilai kondisi tanah dan udara di Desa Menjer cocok untuk menanam buah-buahan. Namun juga harus melakukan kombinasi penanaman."Tak hanya buah saja, namun juga di pinggirannya harus ditanami tanaman hutan. Sehingga bisa mengembalikan lagi fungsi lahannya," terang Edi.

Dikatakan Edi saat ini KLHK tengah mengembangkan pertanian regeneratif, yang merupakan kombinasi program pertanian dengan peternakan. Di Wonosobo sendiri, ada beberapa desa yang tengah diuji coba, antara lain Tlogo, Menjer, Maron dan Kejajar.

Baca Juga: Pemkot Magelang Siap Wujudkan Satu Data Kota Magelang

"Program ini harapannya bisa memanen air yang ada di situ dan memungkinkan menggunakan tanaman yang punya fungsi misalnya dipagar agar tak kena hama. Selain itu karena unsur hara diserap tanaman diregeneratifkan dengan ternak itu memberikan ekonomi yang bagus untuk masyarakat," imbuh Edi.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Terkini

KPU Temanggung Tetapkan 6 Dapil Pemilu 2024 Mendatang

Senin, 28 November 2022 | 18:40 WIB

3 Anggota Keluarga Tewas di Magelang, Dugaan Diracun

Senin, 28 November 2022 | 15:39 WIB

Kota Magelang Raih 6 STBM Award dari Kemenkes

Sabtu, 26 November 2022 | 10:15 WIB

Pelajar Gelar Doa Bersama, Untuk Korban Cianjur

Sabtu, 26 November 2022 | 10:14 WIB

1.300 Petani Tolak Kenaikan Cukai

Sabtu, 26 November 2022 | 10:02 WIB
X