Desa Sembungan Targetkan 2023 Masuk Kategori Desa Wisata Berkembang

- Senin, 31 Oktober 2022 | 18:53 WIB
Desa Wisata Sembungan menerima penghargaan juara 1 Kategori Desa Wisata Rintisan dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Jakarta, Minggu (30/10) malam (SM/Dok)
Desa Wisata Sembungan menerima penghargaan juara 1 Kategori Desa Wisata Rintisan dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Jakarta, Minggu (30/10) malam (SM/Dok)

WONOSOBO, suaramerdeka-kedu.com - Desa Sembungan meraih juara 1 dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 Kategori Desa Wisata Rintisan. Desa tertinggi di Pulau Jawa ini tengah proses berbenah agar tahun depan dapat masuk kategori desa wisata berekembang. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi desa wisata lainnya yang ada di Wonosobo.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI menobatkan Desa Sembungan sebagai Juara 1 Kategori Desa Rintisan dalam ADWI 2022. Malam penganugerahan ADWI berlangsung di Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jakarta pada Minggu (30/10). Tahun ini ADWI mengusung tema Dari Desa untuk Indonesia Bangkit.

Foto bersama (SM/Dok)

Ketua Badan Pengawas dan Pengelola Desa Wisata Tafrihan mengucap syukur atas prestasi yang diraih oleh Desa Sembungan, dia tak menyangka bisa mendapat penghargaan tersebut. Hal ini juga disambut baik oleh semua lapisan masyarakat desa setempat.

"Kami sebar informasi ini melalui grup Cebong Sikunir yang anggotanya hampir semua kelompok masyarakat mulai Pokdarwis, Karang Taruna, ojek dan lainnya. Tanggapan mereka sangat senang dan antusias karena proses menuju ADWI ini sudah lama, kami telah menunggu dan ini merupakan hadiah untuk kami," tutur Tafrihan yang dikonfirmasi Suara Merdeka, Senin (31/10).

Dijelaskan Tafrihan, saat ini Desa Sembungan telah masuk di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Sehingga pihaknya telah menyusun beberapa hal yang telah masuk perencanaan pada 2023, termasuk pembenahan kios di seputar Telaga Cebong dan pembangunan infrastruktur.

"Kami kan punya agenda tahunan Ruwatan Rambut Gembel, nanti akan kami buat panggung khusus itu dan membuat dermaga. Kemudian dari dana hasil pendapatan pariwisata kami sedang membuat jalan tembus untuk mengurai kemacetan. Sambil membenahi sarpras, juga sekaligus kami menyiapkan agar tahun depan masuk kategori desa wisata berkembang. Kami bertahap akan terus berbenah melengkapi yang kurang," papar dia.

Tafrihan berharap beberapa daerah di seputar Sembungan juga bisa memanfaatkan peluang untuk menciptakan atraksi wisata. Sehingga tak hanya Sembungan saja yang merasakan dampak ekonomi dari sektor pariwisata. Sebab selama ini masayrakat masih bergantung pada pertanian.

"Mungkin bisa dimulai dengan daerah di bawah Sembungan yang membuat paket edukasi misal agro wisata untuk anak-anak, petik stroberi atau bahkan jeep. Jadi masyarakat juga bisa merasakan dampak ekonomi jika nanti Sembungan makin ramai. Kami cukup peduli dengan kerusakan lingkungan, kalau masyarakat sudah bergantung pada wisata, bisa menekan degradasi, ini solusi dari kami," papar Tafrihan.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tiga Bidang untuk Majukan NU di Wonosobo

Senin, 6 Februari 2023 | 08:51 WIB

Gerai Layanan SIM Hadir di MPP Kota Magelang

Minggu, 5 Februari 2023 | 21:27 WIB

Kemeriahan Kirab Cap Go Meh 2023 Kota Magelang

Minggu, 5 Februari 2023 | 17:57 WIB

Wonosobo Pasang 40 Ribu Patok pada Gemapatas

Jumat, 3 Februari 2023 | 18:13 WIB
X