Pemerintah Dan Petani Tengah Mencari Solusi Menganti Pupuk Bersubsidi

- Kamis, 20 Oktober 2022 | 18:10 WIB
FGD menanggapi dampak Permentan No 10 Tahun 2022 di Alua BBRSPD Kartini Temanggung bersama ahli dan petani (SM/Riki Diswantoro)
FGD menanggapi dampak Permentan No 10 Tahun 2022 di Alua BBRSPD Kartini Temanggung bersama ahli dan petani (SM/Riki Diswantoro)

TEMANGGUNG, Suaramerdeka-kedu.com - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung bersama petani tengah berupaya mencari alternatif penggunaan pupuk setelah adanya Permentan No 10 Tahun 2022.

Kepala DKPPP Temanggung Joko Budi Nuryanto mengatakan pada Permentan No 41 Tahun 2021 tentang Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian masih ada 6 pupuk bersubsidi yang masih bisa digunakan untuk 150 lebih komoditas.

"Per juli tahun 2022 ini sudah menggunakan permentan No 10 Tahun 2022, masih sama untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dengan menggunakan kartu tani, perbedaannya hanya dari 6 jenis pupuk menjadi 2 yang di subsidi yaitu Urea dan NPK," katanya saat membuka acara FGD

Dikatakan dari Permentan No 41 Tahun 2021 selain jenis pupuk yang dibatasi, juga jenis komoditas. Joko menyebut, saat ini 9 komoditas yang mendapatkan subsidi pupuk.

"Dari puluhan komoditas menjadi 9 kemudian dibagi lagi menjadi 3 subsektor: Tanaman Pangan yaitu padi, jagung, kedelai, serta Perkebunan yaitu kakao, kopi dan tebu dan Tanaman Hortikultura yaitu bawang merah, bawang putih dan cabe," jelasnya.

Joko menyebutkan secara agronomis tanaman memang membutuhkan unsur hara yang makro esensial yang sudah dicukupi dari dua jenis pupuk subsidi Urea dan NPK. "Selain itu pembatasan komoditas subsidi secara Perpres dan secara rantai ekonomi bisa menyebabkan inflasi contoh secara langsung bawang merah dan bawang putih, kalau tidak langsung tebu kan jadi gula," tuturnya.

Bukan hanya itu Joko mengatakan, Permentan No 41 Tahun 2022 juga meninjau komoditas strategis ditinjau secara skala nasional. Namun demikian daerah juga mempunyai komoditas strategis yang tidak tercover pupuk subsidi.

"Tembakau sebagai komoditas strategis daerah Temanggung yang tidak tercover pupuk subsidi dari sisi jenis dan komoditas, strategis pasti berdampak ke ekonomi, sosial, psikologi dan lain sebagainya. Maka dari itu disini kami mencari solusi bagaimana komoditas yang tak tercover pupuk subsidi tetap menjadi komoditas strategis," terangnya.

Ia mengatakan saat ini tengah mempersiapan mencari alternatif pupuk lain, meski secara non subsidi masih ada pupuk yang disediakan hanya secara biaya produksi akan bertambah.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

Kemenkeu Jateng, Paparkan Kinerja Positif APBN 2022

Jumat, 27 Januari 2023 | 19:03 WIB

Polda Jateng Mulai Uji Coba Drone Tilang Elektronik

Jumat, 27 Januari 2023 | 18:07 WIB

Realisasi PAD Kota Magelang Naik Signifikan

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:00 WIB

Barongsai Sebagai Simbol Pembawa Berkah

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:09 WIB

Sedapnya Kue Keranjang Imlek Balutan Daun Pisang

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:04 WIB
X