BPJamsostek - BPJS Kesehatan Siap Sinkronisasi Data Kepesertaan

- Senin, 2 Agustus 2021 | 15:16 WIB
SM/Asef F Amani -Headshoot: Kepala BPJamsostek Magelang, Budi Santoso
SM/Asef F Amani -Headshoot: Kepala BPJamsostek Magelang, Budi Santoso

MAGELANG, suaramerdeka-kedu.com – BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Magelang siap melaksanakan sinkronisasi data kepesertaan antara BPJamsostek dan BPJ Kesehatan. Dengan adanya integrasi data ini diharap dapat meningkatkan mutu pelayanan kepada para peserta.

Kepala BPJamsostek Magelang, Budi Santoso mengatakan, sinkronisasi data ini seiring adanya jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) dari program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang diadakan BPJamsostek bersinggungan dengan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) milik BPJS Kesehatan.

“JKP merupakan salah satu manfaat dari program Jamsostek. Tapi, pada pelaksanaannya ada persyaratan yang bersinggungan dengan kepesertaan program JKN-KIS milik BPJS Kesehatan. Maka, kami akan mengintegrasikan data yang dimiliki,” ujarnya dalam keterangan persnya, Senin (2/8).

Baca Juga: LPPNU Cetuskan Gerakan 1 Juta Pohon Bidara, Bisa Dijadikan Obat Herbal Korona

Dia menuturkan, pihaknya siap membantu pemerintah dalam pelaksanaan sinkronisasi data tersebut. Sebab, kedua institusi akan lebih mudah dalam melacak perusahaan ataupun peserta mandiri yang belum terdaftar sebagai peserta di BPJS Ketenagakerjaan ataupun BPJS Kesehatan.

“Ke depan pun diharapkan, sasaran dari program perlindungan sosial dengan coverage semesta yaitu seluruh masyarakat Indonesia terdaftar dalam program jaminan sosial dapat tercapai sesuai dengan nawacita dari pemerintah,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo menjelaskan, ruang lingkup yang menjadi pokok kerja sama yang tertuang pada Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini antara lain mengenai pemanfaatan data Administrasi Kependudukan (Adminduk), integrasi data kepesertaan masing-masing institusi BPJS untuk program JKP dan pemanfaatan data kepesertaan untuk program jaminan sosial.

“Masyarakat tidak perlu khawatir terkait penggunaan data NIK, karena transaksi data yang dilakukan ini dijamin keamanannya dan telah memenuhi standar keamanan teknologi informasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” jelasnya.

Baca Juga: Sprinter Belarusia Menolak Dipulangkan dari Olimpiade Tokyo

Halaman:

Editor: Jamiyatul Khoir

Tags

Terkini

Dispermades P3A Kebumen Siapkan Satu Data Desa

Rabu, 22 September 2021 | 13:52 WIB

MWI Karangduwur Terima SK Madrasah Riset

Selasa, 21 September 2021 | 15:59 WIB

Njagong Bareng Relawan Rekatkan BPBD Wonosobo dan Relawan

Selasa, 21 September 2021 | 15:57 WIB

Kadar Kembali Pimpin Dekopinda Kebumen

Senin, 20 September 2021 | 09:57 WIB

Benteng Takeshi Wonosobo Redesain Kolam Gravel

Kamis, 16 September 2021 | 10:11 WIB

Petani Bocor Beralih Tanam Bawang Merah

Kamis, 16 September 2021 | 10:00 WIB

TMMD Bangun Jalan 'Mblenyok' Desa Setrojenar

Kamis, 16 September 2021 | 09:57 WIB

Cuaca Tak Menentu, Petani Tembakau Terancam Gagal Panen

Selasa, 14 September 2021 | 10:01 WIB

UMKM Butuh Pendampingan Oleh: Sukardi

Rabu, 8 September 2021 | 15:45 WIB

MWI Karangduwur Miliki 2 Teleskop Canggih

Selasa, 7 September 2021 | 15:36 WIB

Sentra Vaksinasi Yogyakarta

Jumat, 3 September 2021 | 10:23 WIB

Peran Tokoh Agama Melawan Hoaks Oleh: Siti Majidah

Kamis, 2 September 2021 | 15:27 WIB

Ulang Tahun Korem 072/Pamungkas Yogyakarta Sederhana

Kamis, 2 September 2021 | 15:23 WIB

Persak Siap Ikuti Liga 3 Jateng

Senin, 30 Agustus 2021 | 09:06 WIB

Terpopuler

X