Kedelai Naik, Pengrajin Tahu Tempe Terancam Gulung Tikar

- Kamis, 29 September 2022 | 16:47 WIB
SM/Asef Amani - GELAR LAPAK: Nokipah, salah satu pedagang tahu dan tempe menggelar lapaknya di Pasar Kebonpolo Kota Magelang, Kamis (17/2).
SM/Asef Amani - GELAR LAPAK: Nokipah, salah satu pedagang tahu dan tempe menggelar lapaknya di Pasar Kebonpolo Kota Magelang, Kamis (17/2).

MAGELANG, SUARA MERDEKA – Terdampak krisis BBM, harga kedelai impor terus meningkat. Hal ini menyebabkan para pengrajin tahu dan tempe mengeluh dengan kenaikan yang cukup drastis ini, bahkan terancam gulung tikar.

Rohani (63), salah satu pengrajin tahu di Kampung Trunan mengaku, kenaikan harga kedelai mencapai Rp 600 per kilogram dari Rp 12.000 menjadi Rp 12.600. Pembeli pun banyak yang keberatan dengan kenaikan harga tahu, sehingga saat ini memilih untuk berjualan sendiri.

“Sebelumnya saya antar ke pasar buat dijual lagi, tapi karena naik jadi memilih untuk berjualan sendiri saja di rumah," ujarnya di rumah produksinya, Rabu (28/9).

Riono (58 ), pengrajin tahu lainnya menambahkan, kenaikan kedelai impor mencapai 30%, sehingga mengharuskannya menaikan harga jual tahu. “Ini naik sampai 30%, sebelumnya kedelai Rp 12.500 perkilo menjadi Rp 14.000,” katanya.

Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan, Puskesmas Jurangombo Ciptakan Arjuna AI

Dia pun menaikan harga jual Rp 100 per tahu yang dijual, untuk mengimbangi kenaikan harga kedelai. Ia merasa tidak sanggup jika kenaikan terus berlanjut. “Kalau kedelai naik terus saya angkat tangan, karena kami sudah pasrah dan hanya mempertahankan konsumen yang ada saja, sekarang sekedar untuk pemenuhan kebutuhan hidup,” ucapnya.

Riono mengaku mengalami penurunan omzet yang sangat drastis. Sebelumnya dia dapat menghasilkan Rp 7 juta per bulan, menjadi Rp 3-4 juta per bulan setelah kenaikan BBM terjadi.

Sebagai pengrajin tempe, Tekno (50) mengeluhkan hal yang sama. Disebutkan kedelai untuk bahan bakui tempe naik menjadi Rp12.700 perkilo, dari sebelumnya Rp12.300. “Karena bahan bakunya naik ya harganya juga naik. Perbatang tempe saya naikan Rp1000, yang sebelumnya Rp4000 menjadi Rp5000,” jelasnya.

Baca Juga: 4 Desa di Magelang Jadi Sasaran Penanganan Anak Tidak Sekolah

Dia mengaku tidak akan bisa melanjutkan usaha tempe, jika harga kedelai tidak kunjung stabil. Pasalnya, mayoritas tidak mau tahu dengan isu kenaikan kedelai dan tetap ingin membeli dengan harga murah.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

KPU Temanggung Tetapkan 6 Dapil Pemilu 2024 Mendatang

Senin, 28 November 2022 | 18:40 WIB

3 Anggota Keluarga Tewas di Magelang, Dugaan Diracun

Senin, 28 November 2022 | 15:39 WIB

Kota Magelang Raih 6 STBM Award dari Kemenkes

Sabtu, 26 November 2022 | 10:15 WIB

Pelajar Gelar Doa Bersama, Untuk Korban Cianjur

Sabtu, 26 November 2022 | 10:14 WIB

1.300 Petani Tolak Kenaikan Cukai

Sabtu, 26 November 2022 | 10:02 WIB
X