Komisi IV Minta Penolakan Regrouping SD Gesikan Jangan Sampai Korbankan Siswa

- Senin, 26 September 2022 | 14:52 WIB
Suasana RDP yang digelar Komisi IV DPRD Purworejo yang membahas masalah penolakan regrouping SD Gesikan, Kecamatan Kemiri, di command center gedung B DPRD setempat (SM/Hafidz Kurnia)
Suasana RDP yang digelar Komisi IV DPRD Purworejo yang membahas masalah penolakan regrouping SD Gesikan, Kecamatan Kemiri, di command center gedung B DPRD setempat (SM/Hafidz Kurnia)

PURWOREJO, suaramerdeka-kedu.com - Komisi IV DPRD Purworejo menggelar rapat dengar pendapat (RDP) di command center gedung B DPRD terkait dengan regrouping SD Gesikan, Kecamatan Kemiri yang menuai penolakan warga, Kamis (22/9) sore.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Komisi IV Rani Sumadyaningrum, Wakil Ketua Komisi IV Muhamad Abdullah, jajaran anggota Komisi IV, jajaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo, Kepala Desa Gesikan beserta tokoh masyarakat, 1 wali murid, mantan komite, serta LSM Tamperak selaku pendamping warga Gesikan.

Dalam kesempatan itu, Komisi IV DPRD meminta agar dalam permasalahan penolakan regrouping SD Gesikan jangan sampai mengorbankan siswa.

Diketahui, akibat permasalahan yang berlarut-larut ini, beberapa siswa SD Gesikan masih bertahan tidak pindah ke SD lain dan tidak mendapat fasilitas pendidikan yang layak selama beberapa minggu terakhir.

SD Gesikan saat ini telah resmi ditutup dan tidak ada guru lagi yang mengajar disana.

"Sebetulnya saya tadi sampaikan berharap betul, pada kepala desa dan masyarakat Gesikan, agar kita bisa berpikir jernih, satu sisi silahkan perjuangan untuk mengaktifkan lagi SD Gesikan tetap dilakukan, tetapi jangan kemudian mengorbankan siswa-siswanya," kata Wakil Ketua Komisi IV, Muhammad Abdullah saat ditemui usai RDP.

Proses untuk memperjuangkan, lanjutnya, bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Seperti dengan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, dan bisa juga melakukan upaya hukum dengan PTUN terhadap SK Bupati.

Tetapi manakala proses perjuangan berlangsung, jangan korbankan anak-anak, dan lebih baik sekarang siswa disekolahkan di SD terdekat agar dapat mengikuti proses pendidikan.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemenkeu Jateng, Paparkan Kinerja Positif APBN 2022

Jumat, 27 Januari 2023 | 19:03 WIB

Polda Jateng Mulai Uji Coba Drone Tilang Elektronik

Jumat, 27 Januari 2023 | 18:07 WIB

Realisasi PAD Kota Magelang Naik Signifikan

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:00 WIB

Barongsai Sebagai Simbol Pembawa Berkah

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:09 WIB

Sedapnya Kue Keranjang Imlek Balutan Daun Pisang

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:04 WIB
X