Jalan Setapak Desa Padureso Dibuka Akses Kendaraan Roda Empat

- Selasa, 20 September 2022 | 18:01 WIB
Warga Desa Padureso, Kecamatan Padureso, Kebumen kerja bakti membawa gorong gorong dalam pembangunan jalan desa setempat, Selasa (20/9). (SM/Arif Widodo)
Warga Desa Padureso, Kecamatan Padureso, Kebumen kerja bakti membawa gorong gorong dalam pembangunan jalan desa setempat, Selasa (20/9). (SM/Arif Widodo)

KEBUMEN, suaramerdeka-kedu.com - Jalan setapak Desa Padureso, Kecamatan Padureso, Kebumen dibuka akses kendaraan roda empat. Pembukaan akses jalan tersebut melalui kerja bakti dan gotong royong yang dilaksanakan oleh warga setempat.

"Kerja bakti diikuti warga Dukuh Kemulan RT 04 / RW 02 Desa Padureso, karena akses jalannya masuk dukuh tersebut," kata Kades Padureso, Teguh Sukarman yang ditemui di sela-sela kerja bakti, Selasa (20/9).

Akses jalan sepanjang 1,7 km itu merupakan jalan lingkar dan tengah, blok wetan kali (Timur Sungai) di Dukuh Kemulan. Menurut Teguh, sebelumnya yang masih jalan setapak membuat dukuh setempat terisolasi. Bahkan jalan setapak di wilayah pegunungan itu sulit dilewati kendaraan roda dua.

Sehingga, jelas Teguh, dengan pembukaan akses untuk kendaraan roda empat itu menjadikan jalan tersebut bisa dilintasi truk maupun kendaraan umum dan pribadi.

Baca Juga: Rakor TIMPORA se-Kota Magelang, Ini Pesan Kadiv Keimigrasian

"Kondisi ini didambakan masyarakat sejak lama. Dan Alhamdulillah bisa dibangun jalan yang bisa dilintasi kendaraan roda empat secara gotong royong," jelasnya.

Kerja bakti yang dilaksanakan seminggu sekali itu diawali dengan pelebaran jalan menggunakan alat berat (begu) serta pemasangan gorong gorong secara swadaya. Warga di perantauan juga ikut membantu swadaya dan terkumpul dana lebih dari Rp 11 juta.

Selain untuk menyewa alat berat selama empat hari, dana yang terkumpul itu juga untuk pembelian gorong gorong di enam lokasi sudatan air. Teguh mengapresiasi masyarakat Desa Padureso, khususnya warga RT 04 / RW 02, lembaga dan perangkat desa yang telah melaksanakan pembangunan secara mandiri.

"Inisiasi masyarakat seperti ini sangat baik dan mempercepat pembangunan di Desa Padureso yang secara geografis adalah pegunungan dan sebagai kota kecamatan. Tentunya budaya gotong royong harus dipertahankan serta bisa dijadikan motivasi untuk yang lainnya," imbuh Teguh.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ratusan Suporter Wonosobo Gelar Doa Bersama

Rabu, 5 Oktober 2022 | 16:22 WIB

Doa dari Magelang untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Selasa, 4 Oktober 2022 | 09:48 WIB
X