Warga Unjuk Rasa Minta Regrouping SD Gesikan Dibatalkan, Dinilai Sebagai Sekolah Berprestasi

- Jumat, 16 September 2022 | 06:58 WIB
Warga Desa Gesikan, Kecamatan Kemiri mendatangi gedung DPRD Purworejo (SM/Hafidz Kurnia)
Warga Desa Gesikan, Kecamatan Kemiri mendatangi gedung DPRD Purworejo (SM/Hafidz Kurnia)

PURWOREJO, suaramerdeka-kedu.com - Ratusan warga Desa Gesikan, Kecamatan Kemiri melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Purworejo dan depan kantor Bupati Purworejo, Kamis (15/9).

Mereka meminta agar regrouping atau penggabungan SD Gesikan dengan SD Paitan dibatalkan.

Warga dan wali murid beralasan jika SD Gesikan adalah sekolah yang berprestasi dan memiliki sejarah tersendiri bagi Desa Gesikan karena telah berdiri sejak puluhan tahun lalu.

Warga datang ke gedung DPRD dengan menggunakan truk, mobil, motor, serta kereta odong-odong dan kemudian masuk ke halaman gedung.

Mereka diterima oleh Ketua DPRD Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, jajaran Wakil Ketua DPRD, Komisi IV DPRD, serta jajaran eksekutif.

Awalnya situasi berjalan kondusif dan perwakilan warga diijinkan masuk ke gedung B DPRD Purworejo.

Namun, kemudian situasi memanas saat ada salah satu Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yang mengaku pendamping hukum warga juga ingin masuk ke gedung DPRD.

Ketua DPRD Purworejo mempertanyakan surat kuasa terhadap LSM tersebut.

Namun LSM tidak bisa menunjukkan surat kuasa sehingga Ketua DPRD tidak mengizinkan LSM tersebut masuk dan tetap mengizinkan warga masuk.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ratusan Suporter Wonosobo Gelar Doa Bersama

Rabu, 5 Oktober 2022 | 16:22 WIB

Doa dari Magelang untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Selasa, 4 Oktober 2022 | 09:48 WIB
X