Hari Kesehatan Gigi Nasional, 2000 Siswa SD Lakukan Sikat Gigi Bersama

- Senin, 12 September 2022 | 17:25 WIB
Siswa sekolah dasar di Temanggung lakukan sikat gigi massal lokasi SDN Jampiroso 1 (SM/Riki Diswantoro)
Siswa sekolah dasar di Temanggung lakukan sikat gigi massal lokasi SDN Jampiroso 1 (SM/Riki Diswantoro)

TEMANGGUNG, Suaramerdeka-kedu.com - Dalam rangka Hari Kesehatan Gigi Nasional 2022, Persatuan Dokter Gigi Indonesia Cabang Temanggung melakukan sikat gigi secara massal untuk anak-anak sekolah dasar.
Setidaknya 2000 siswa sekolah dasar bersama-sama menggosok gigi dengan baik dan benar didampingi 65 dokter gigi.
 
Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia Temanggung drg. Fuad Fatkhurrohman mengatakan selain di Temanggung, kegiatan serupa juga dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.
 
"Kegiatan kami adakan di 5 sekolah, yaitu SD IT Cahaya Insani Temanggung, SD Muhammadiyah 1 Temanggung, SDN Jampiroso 1, SDN 2 Temanggung II dan SD Pangudi Utami," katanya saat ditemui, Senin,(12/09).
 
Ia mengatakan kegiatan ini sengaja dalam bentuk sikat gigi massal, karena angka kejadian karies (gigi berlubang) di negara Indonesia masih sangat tinggi. "Untuk di Temanggung sendiri 90% anak masih tercatat mengalami karies, untuk itu di kegiatan kali ini kita juga menyasar pelajar SD." Jelasnya.
 
 
Siswa SD Pangudi Utami mendapat arahan dari dokter gigi cara mengosok gigi yang benar (SM/Riki Diswantoro)
 
Ia menambahkan dengan adanya kegiatan seperti ini, kesadaran akan kesehatan gigi dan mulut para pelajar SD dapat semakin meningkat, khususnya paham bagaimana cara menyikat gigi yang benar. "Sehingga kita mampu mencapai target Indonesia bebas caries 2030." Pungkasnya.
 
Sementara Koordinator Lapangan di SD Pangudi Utami Drg. Dewi Ratna Prihatiningsih mengatakan anak-anak cenderung menggosok gigi secara cepat sehingga yang digosok hanya gigi bagian depan. 
 
"Kegiatan penyuluhan sikat gigi yang benar memang dilakukan secara berkala, ketika anak tidak sering diingatkan ada bagian tertentu yang tidak digosok atau dibersihkan dan akan menimbulkan karies," tuturnya. 
 
drg. Dewi mengatakan gigi tidak hanya sebagai fungsi penguyah, gigi bisa jadi sebagai fungsi tumbuh kembang, diindikasikan banyak anak yang mempunyai gigi berlubang yang cukup parah dimungkinkan akan berdampak ke stunting.
 
"Sehingga berat badan anak ketika fungsi pengunyahan yang dimaksud gigi rusak akan terganggu maka nanti tidak akan mencapai berat badan ideal." Tegasnya.
 
Kepala Sekolah SDN Jampiroso 1 Titik Inayati menyambut baik kegiatan ini mengingat kesehatan mulut dan gigi merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh yang juga guna untuk menunjang pembelajaran.
 
 

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

Kemenkeu Jateng, Paparkan Kinerja Positif APBN 2022

Jumat, 27 Januari 2023 | 19:03 WIB

Polda Jateng Mulai Uji Coba Drone Tilang Elektronik

Jumat, 27 Januari 2023 | 18:07 WIB

Realisasi PAD Kota Magelang Naik Signifikan

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:00 WIB

Barongsai Sebagai Simbol Pembawa Berkah

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:09 WIB

Sedapnya Kue Keranjang Imlek Balutan Daun Pisang

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:04 WIB
X