Sopir Angkot di Magelang Keluhkan Kenaikan BBM

- Jumat, 9 September 2022 | 19:24 WIB
Suasana angkutan kota yang mangkal di kawasan Sub Terminal Magersari Kota Magelang.
Suasana angkutan kota yang mangkal di kawasan Sub Terminal Magersari Kota Magelang.

MAGELANG, SUARA MERDEKA – Kenaikan harga BBM mempengaruhi banyak sektor, salah satunya transportasi angkutan umum. Para sopir angkutan kota (angkot) merasa keberatan dengan naiknya bahan bakar minyak tersebut.

Sukirno, salah satu sopir angkot mengaku, naiknya BBM jenis pertalite, solar, dan pertamax dirasa sangat berat. Apalagi, kondisi penumpang angkutan umum relatif sepi, hanya dari kalangan pelajar saja yang meramaikan angkutan umum ini.

Dampak dari naiknya BBM tersebut, ia menaikkan tarif angkutannya, meski belum ada keputusan resmi dari pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Meskipun naik, tapi ia tidak terlalu kaku menerapkannya, karena tak sedikit penumpang yang keberatan tarifnya naik

"Tarif mulai naik sedikit, tapi belum merata. Dari kami para sopir minta tarif naik, tapi kadang ada penumpang yang keberatan. Agar tidak ribut, kami bijaksana memberikan tarif seperti semula," ujarnya saat ditemui di tempat mangkalnya, Kamis (8/9).

Ia menuturkan, dalam sehari memperoleh pendapatan sekitar Rp 150.000 dengan menghabiskan bahan bakar sebanyak sepuluh liter seharga sekitar Rp 100.000 Kemudian untuk biaya setoran mobil minimal sejumlah Rp 30.000.

"Sebelum BBM naik, harga untuk sepuluh liter bensin hanya sekitar Rp 50.000 hingga Rp 70.000 yang cukup digunakan untuk seharian. Bisa dibayangkan sekarang kami harus ekstra biaya bensin sekitar Rp 30.000," katanya.

Sopir angkot lainnya, Jawadi mengaku hal sama. Ia sudah menaikkan tarif angkutan untuk mengimbangi kenaikan harga BBM.

"Dari Kemenhub belum ada izin resmi (naiknya tarif), tapi sudah ada instruksi bisa dinaikan asal tidak memberatkan penumpang, yaitu sekitar 30% dari tarif angkot,” jelasnya.

Dia menyebutkan, untuk pelajar sebelumnya dikenakan tarif Rp 2.000 dan sekarang naik menjadi Rp 2.500. Sementara untuk umum naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000. Reaksi masyarakat, katanya, sangat beragam menanggapi kenaikan tarif angkot ini, karena masih ada penumpang yang tidak terima dan membandingkannya dengan angkot lain yang belum menaikan harga tarif.

"Namun ada juga yang dapat memaklumi kenaikan tarif angkutan umum saat ini," tuturnya.

Baik Sukirno dan Jawadi, sebagai sopir angkot merasa keberatan mengenai kenaikan harga bahan bakar saat ini, sehingga mereka berharap ada tindakan lebih lanjut dari pemerintah untuk dapat mengembalikan harga seperti semula atau dapat memberikan bantuan subsidi dalam menunjang kenaikan BBM.

"Kalo ada subsidi itu bisa meringankan biarpun sedikit untuk menambah isi bensin,” ungkap Jawadi.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

KPU Temanggung Tetapkan 6 Dapil Pemilu 2024 Mendatang

Senin, 28 November 2022 | 18:40 WIB

3 Anggota Keluarga Tewas di Magelang, Dugaan Diracun

Senin, 28 November 2022 | 15:39 WIB

Kota Magelang Raih 6 STBM Award dari Kemenkes

Sabtu, 26 November 2022 | 10:15 WIB

Pelajar Gelar Doa Bersama, Untuk Korban Cianjur

Sabtu, 26 November 2022 | 10:14 WIB

1.300 Petani Tolak Kenaikan Cukai

Sabtu, 26 November 2022 | 10:02 WIB
X