Uniknya Batik Ciprat Wonosobo: Wadah Disabilitas Berkarya

- Selasa, 6 September 2022 | 09:38 WIB

WONOSOBO, kedu.suaramedeka.com - Sejumlah penyandang disabilitas intelektual di Desa Maron, Kecamatan Kejajar membuat karya berupa batik ciprat. Proses pembuatannya hanya dengan mencipratkan cairan malam pada selembar kain. Mereka rutin melakukan produksi batik ciprat setiap hari Sabtu di Balai Desa setempat.

Cara membuat batik ciprat ini terbilang mudah, sebab hanya dengan mencipratkan larutan malam ke selembar kain katun primisima berukuran 2,10 meter x 115 centimeter. Pencipratannya pun biasanya menggunakan kuas, lidi maupun tangan.

Pendamping Shelter Workshop Peduli Tali Kasih, Asref, menjelaskan, dalam proses pembuatan batik ciprat prosesnya hampir sama dengan kain batik yang lain. Namun dalam pembuatan batik ciprat tak menggunakan alat canting seperti lazimnya.

Baca Juga: Google Dork Database Terbaru 2022, Pakai Dengan Bijaksana, Selalu Mematuhi Privasi dan Keamanan Data.

"Batik ciprat ini yang paling mudah dilakukan bagi penyandang disabilitas. Dulu pernah kami coba pakai canting, tapi agaknya cukup menyulitkan para kawan-kawan ini," jelas Asref kepada Suara Merdeka.

Asref menambahkan, untuk lama pengerjaan tergantung dengan motif yang diinginkan. Bila coraknya simpel dan cuaca bagus, hanya dibutuhkan waktu satu hari hingga batik kering sempurna.

"Sehari kami bisa produksi sebanyak 10 lembar kain, biasanya mereka membuat setiap hari Sabtu mulai pukul 08.00-12.00. Satu lembar kain harganya mulai Rp140 tergantung dengan motifnya, saat ini kami pasarkan produk ke lingkup Pemda Wonosobo, dari Dinsos juga selalu memesan, beberapa kota dan Menparekraf Mas Menteri Sandiaga Uno pernah membeli," ucap Asref.

Baca Juga: Grand Opening AHASS Omega Motor Kebumen, Jadi Sarana Siswa SMK Wongsorejo Tingkatkan Kompetensi

Dikatakan Asref, produksi batik ciprat dimulai sejak Februari 2018 silam. Bermula dari pendataan tentang penyandang disabilitas di Desa Maron dan Tlogo, yang ternyata jumlahnya ada 14 orang. Kemudian diberi pengarahan untuk membuat workhsop shelter guna mengajak mereka membuat batik.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Terkini

Ratusan Suporter Wonosobo Gelar Doa Bersama

Rabu, 5 Oktober 2022 | 16:22 WIB

Doa dari Magelang untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Selasa, 4 Oktober 2022 | 09:48 WIB
X