Ambil Sampel, Cor Jalan Purwodeso - Petanahan Bakal Dicek di Laboratorium

- Kamis, 1 September 2022 | 08:20 WIB
Petugas Bina Marga DPUPR Kebumen mengambil sampel hasil pengecoran Jalan Padureso - Petanahan, Rabu (31/8). (SM/Arif Widodo)
Petugas Bina Marga DPUPR Kebumen mengambil sampel hasil pengecoran Jalan Padureso - Petanahan, Rabu (31/8). (SM/Arif Widodo)

KEBUMEN, suaramerdeka-kedu.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen melangkah terkait viral hasil pekerjaan proyek pemeliharaan berkala jalan Purwodeso - Petanahan yang dinilai Kebumen Project Watch (KPW) tidak sesuai spesifikasi.

"Hari ini kita ambil sampel untuk dicek di laboratorium UGM (Universitas Gadjah Mada) yang independen," kata Kabid Bina Marga DPUPR Kebumen, Bachtiar Ahmad yang menyebut pelaksanaan pengambilan sampel hasil pekerjaan tersebut dengan istilah core, Rabu (31/8).

Menanggapi sorotan yang viral di media sosial Facebook terkait hasil pekerjaan dari CV Tunggal Jaya itu, Bachtiar menjelaskan sempat mengecek campuran beton yang akan digelar sudah sesuai spesifikasi. Baik pasir, semen maupun splitnya.

"Bisa jadi pas pelaksanaannya ada penambahan air dari supir truk molen atau tukang. Atau bagaimana saya terus terang kaget, karena mestinya tidak ada kendala. Pas beton datang pun sudah dicek, di mana kekentalannya juga masuk," jelas Bachtiar yang kemudian merapatkan dengan penyedia jasa.

Langkah selanjutnya yang belakangan mendapat perhatian Bupati Kebumen Arif Sugiyanto itu kemudian diambil sampel untuk dicek di laboratorium UGM pada Rabu (31/8). Pekerjaan jalan yang selesai dibangun pada 4 November 2022 itu sepanjang 1,4 km dengan nilai Rp 5,4 miliar.

Baca Juga: Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi, Koko Pede Soroti Sejumlah Proyek

"Kemungkinan yang rusak pengecoran yang akhir. Bisa karena belum umur sudah dilewati atau jenis semennya yang memang lama mengikat. Tapi ini masih dugaan. Yang penting kita uji di laboratorium seperti apa. Kalau hasilnya jelek akan diperbaiki," imbuhnya.

Mengenai sorotan adanya ketidakberesan sejak proses lelang, Bachtiar menegaskan sudah sesuai mekanisme yang ada serta dilakukan secara terbuka dan semua diberi kesempatan.

"Dalam proses lelang itu memang ada yang nyanggah, kok harus ada AMP. Saya jelaskan di sini, memang harus ada AMP karena kita tidak bisa godok sendiri," ucapnya.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SMA N 3 Magelang Kini Miliki Layanan Digitalisasi

Kamis, 1 Desember 2022 | 19:30 WIB

'Symphony Rindu' ala Ketep Summit Fest Digelar Besok

Kamis, 1 Desember 2022 | 09:00 WIB

Gebyar Literasi Matansa Songsong HAB Kemenag

Rabu, 30 November 2022 | 15:57 WIB

MTs 1 Kebumen Rebut 1.168 Medali di Event MIO

Rabu, 30 November 2022 | 15:54 WIB

Pemuda Desa Nampudadi Dilatih Jurnalistik

Rabu, 30 November 2022 | 15:52 WIB
X