Bupati Minta PT Djarum Memikirkan Nasib Petani Tembakau

- Rabu, 31 Agustus 2022 | 15:05 WIB
Rombongan Bupati Temanggung kunjungi PT Djarum (SM/Riki Diswantoro)
Rombongan Bupati Temanggung kunjungi PT Djarum (SM/Riki Diswantoro)

TEMANGGUNG, Suaramerdeka-kedu.com - Bupati HM Al Khadziq dan perwakilan petani tembakau Temanggung, pada Selasa 30/8, bertolak ke Kudus, Jawa Tengah, menemui direksi PT Djarum yang merupakan pembeli terbesar kedua tembakau dari petani Temanggung. Bupati meminta pabrik-pabrik rokok yang membeli tembakau dari Temanggung untuk memperhatikan nasib petani yang mana hasil panen panen tembakau harganya semakin kurang menguntungkan petani.

Sehari sebelumnya, pada Senin 29/8, Bupati Temanggung dan perwakilan petani juga telah berkunjung ke Kediri, Jawa Timur, bertemu dengan para direktur PT Gudang Garam, menyampaikan hal senada.

Di Kudus Bupati didampingi perwakilan petani seperti para pengurus asosiasi petani tembakau, Wirawan, Siyamin, Yamuhadi, Kepala Desa Tempelsari Tretep Syarif Hidayat, tokoh petani Gunung Sumbing Suparlan, dan para pejabat Pemkab. Mereka ditemui oleh oleh Direktur Pembelian PT Djarum Sutanto, Manager Pembelian Iskandar, dan Manager Corporate Affairs Purwono Nugroho.

Di depan direksi PT Djarum HM Al Khadziq menyampaikan tahun ini petani tembakau mengalami kesulitan karena biaya tanam dan biaya pengolahan membengkak lantaran faktor anomali cuaca banyak turun hujan. Sehingga pihak industri diminta membeli tembakau dengan harga lebih tinggi agar para petani bisa balik modal dan bisa bayar utang dan tahun depan bisa menanam tembakau lagi.

"Kalau petani merugi terus, bisa-bisa makin lama  tidak mau menanam tembakau, dan industri rokok bisa kesulitan bahan baku, maka saya minta perusahaan untuk memperhatikan nasib petani, agar petani tembakau sejahtera, dan agar roda pasokan industri bisa berjalan baik," katanya.

Sementara perwakilan petani tembakau Yamuhadi juga meminta agar PT Djarum membuka gudang pembelian lebih lama. "Kami minta ketegasan Djarum agar waktu buka tutup gudang dan  waktu pembelian dapat diperpanjang, dengan plafon harga yang lebih tinggi," katanya.

Ia mengatakan kenapa para grader yang selalu mencari tembakau asli Temanggung dengan kualitas tinggi, tapi plafon harga dirasa kurang menguntungkan petani. "Harusnya kalau memang carinya tembakau asli Temanggung, maunya yang kualitas tinggi, ya dibeli dengan harga lebih tinggi to," katanya.

Menjawab berbagai permintaan tersebut, Direktur Pembelian PT Djarum menyampaikan pada musim panen 2022 ini pihaknya akan membeli tembakau Temanggung dengan kuota 3 ribu sampai 4 ribu ton dan bahkan bisa lebih tergantung kondisi di lapangan.

"Pabrik rokok pasti selalu butuh tembakau dari rakyat dan Djarum akan terus beli tembakau dari petani Temanggung dengan harga sesuai kualitas," katanya.
Oleh sebab itu ia berharap petani tetap menjaga kualitas tembakau agar nantinya dapat dibeli dengan harga lebih tinggi.

Baca Juga: Kunjungi PT Gudang Garam, Bupati Minta Pabrik Naikin Harga

"Djarum selalu menghargai kualitas tembakau. Tembakau yang baik kita beli dengan harga yang baik. Maka saya harap para petani tetap menjaga kualitas tembakau," kata Sutanto.

Dikatakan, PT Djarum juga siap mendorong para gradernya di Temanggung untuk memperluas kemitraan dengan petani. Saat ini total kemitraan PT Djarum seluas 628 hektare, melibatkan 597 petani, dengan produksi kemitraan sedikitnya 585 ton tembakau asli Temanggung.

Sutanto mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan permintaan petani untuk buka tutup gudang lebih lama pada musim panen tahun 2022 ini. "Ya akan kami perhatikan, kita juga ingin kerjasama agar masyarakat tenang, dengan cara buka gudang lebih lama," katanya.

Ia berharap musim panen tembakau 2022 ini cuaca bisa mendukung sehingga dapat dihasilkan tembakau kualitas tinggi. "Mudah-mudahan tidak hujan lagi, mudah-mudahan kering, sehingga kualitas tembakau semakin baik," katanya.

Terpisah petani tembakau yang kini sudah mengolah tembakaunya mengatakan saat ini tengah produksi tembakau tipe C yang sudah ditawar pengepul. "Sudah ditawar dengan harga Rp.40 ribu hingga Rp.50 ribu," kata Juwarlan (59) petani tembakau di Desa Kalirejo, Kecamatan Kledung.

Ia berharap harga tersebut masih terbilang murah, mengingat petani sebelumnya membutuhkan perawatan lebih untuk membeli bibit serta pupuk, ditambah biaya produksi seperti untuk membeli keranjang tembakau. "Harapannya semoga pabrik menaikkan harga, dan cuaca panas sehingga tembakau bisa kering." Pungkasnya.

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

KPPN Magelang Serahkan DIPA dan Alokasi TKD 2023

Jumat, 9 Desember 2022 | 16:14 WIB

Pembangunan Puskesmas Bejen Molor

Jumat, 9 Desember 2022 | 15:26 WIB

DPRD Dorong Perbup Disabilitas Segera Dibuat

Rabu, 7 Desember 2022 | 13:16 WIB

Pemkot Magelang Raih SAKIP Predikat BB

Selasa, 6 Desember 2022 | 17:28 WIB
X