Ribuan Petani Tembakau dan Kopi Ikuti Wiwit. Bawa Seribu Lebih Tumpeng

- Selasa, 23 Agustus 2022 | 00:55 WIB
Petani tembakau dan kopi sedang makan bersama tumpeng setelah berdoa bersama di alun-alun Temanggung (SM/Riki Diswantoro)
Petani tembakau dan kopi sedang makan bersama tumpeng setelah berdoa bersama di alun-alun Temanggung (SM/Riki Diswantoro)



TEMANGGUNG, Suaramerdeka-kedu.com - Lebih dari 6 ribu petani tembakau dan kopi di Temanggung mengikuti wilujengan wiwit mbako dan panen kopi di Alun-alun Temanggung. Para petani dari berbagai kecamatan di Temanggung membawa tumpeng beserta ingkung dan lauk pauk untuk disantap bersama sembari memohon doa kepada sang pencipta sebelum dilaksanakan panen rasa.

"Wilujengan panen mbako dan panen kopi merupakan permohonan dari semua masyarakat di Temanggung, kali ini ada 1050 tumpeng dan pada bulan agustus ini petani mulai memanen tembakau dan kopi," kata Sutopo, ketua panitia Wiwit Mbako dan Panen Kopi, Minggu,(21/08).


Sutopo mengatakan, doa bersama yang dilakukan kali ini merupakan puncak acara wiwit yang sebelumnya sudah dilakukan secara simbolis di gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau. "Petani berharap pada panen raya tahun ini agar cuacanya bagus, industri rokok juga bisa membeli tembakau yang layak sesuai kualitas." Tuturnya.

Baca Juga: Jelang Panen Raya Tembakau, Petani Gelar Ruwat Rigen

Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengatakan, kegiatan wiwit mbako dan panen kopi bertujuan untuk memohon doa agar proses panen tembakau dan kopi dapat berjalan lancar dan bisa mendatangkan keuntungan bagi masyarakat di Temanggung.
"Sudah menjadi tradisi masyarakat sebelum panen melakukan selamatan wiwit mbako dan kopi," katanya.

Ia mengatakan harga tembakau sangat dipengaruhi oleh kualitas.
Pihaknya sudah meminta kepada pelaku bisnis pertembakauan baik, petani, industri untuk menjaga kualitas agar semua mendapatkan untung.

Sementara itu Ketua APTI Temanggung Wirawan keberatan dan menolak dengan adanya kenaikan cukai tembakau dan adanya isu revisi PP 109. "Dua tahun belakang panen tembakau kurang berpihak kepada petani, harga juga tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, ditambah ada isu kenaikan cukai sama revisi, ini semakin memberatkan petani," katanya.

Ia menyebutkan mayoritas petani di Temanggung sangat bertumpu dari sektor tembakau dan beberapa tahun terakhir kesejahteraan petani tembakau sangat menurun.

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

KPPN Magelang Serahkan DIPA dan Alokasi TKD 2023

Jumat, 9 Desember 2022 | 16:14 WIB

Pembangunan Puskesmas Bejen Molor

Jumat, 9 Desember 2022 | 15:26 WIB

DPRD Dorong Perbup Disabilitas Segera Dibuat

Rabu, 7 Desember 2022 | 13:16 WIB

Pemkot Magelang Raih SAKIP Predikat BB

Selasa, 6 Desember 2022 | 17:28 WIB
X