Kreatif, Warga Dusun Blederan Wonosobo Manfaatkan Pekarangan Rumah Ditanami Sayur Organik

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 09:31 WIB

WONOSOBO, suaramerdeka-kedu.com - Warga Dusun Blederan berhasil memanfaatkan pekarangan untuk dijadikan lahan pertanian yang ditanami sayuran organik. Banyak wisatawan yang datang mengunjungi Blederan untuk belajar menanam sayur organik dengan baik. Hal ini mampu meningkatkan perekonomian terutama bagi para perempuan.

Sekretaris Desa Blederan Ida Indriawati menjelaskan, program pertanian organik di lahan pekarangan di desanya sudah diluncurkan sejak 2018. Di Dusun Blederan terdapat enam RT yang memanfaatkan lahannya untuk program tersebut.

Mulanya kegitan ini bertujuan untuk menghemat pengeluaran rumah tangga. Di mana para warga memakai lahan pekarangan depan rumah untuk ditanami sayuran."Lama-kelamaan berkembang, bagaimana agar bisa lebih meningkatkan ekonomi masyarakat. Lalu jadi lah program ini sampai sekarang masih berjalan," jelas Ida yang ditemui di salah satu lahan pertanian organik di RT 12 RW 4 Dusun Blederan, Senin (8/8/2022).

Baca Juga: Andra And Thebackbone Rilis Official Lyric Video Langit Mimpi, Berikut liriknya

Ida menambahkan, awalnya warga mendapat bantuan bibit tanaman dari program CSR produsen air minum kemasan di Wonosobo. Setelah semua berkomitmen untuk membangun pertanian berkelanjutan, dimulailah dengan pembagian polibag. Setiap rumah diberi jatah 20 polibag dan untuk lahan pekarangan sejumlah seribu.

"Nah untuk tanaman sayur di depan rumah pribadi hasilnya ya buat masing-masing keluarga. Tapi kalau yang di lahan masing-masing RT ini hasil penjualan masuk ke kas RT, biasanya akan dipakai untuk pemeliharaan lahan, beli pupuk, untuk piknik, beli seragam dan lainnya," papar Ida.

Ida menambahkan, sejak diluncurkan menjadi desa agrowisata, banyak orang berkunjung untuk belajar bagaimana menanam sayuran organik yang baik. Tak main-main pengunjungnya bahkan dari Papua, Medan, Palu, Lombok, Bojonegoro, Tasikmalaya, Semarang, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Mayat Bersimbah Darah Ditemukan Warga Kentengrejo

"Kalau mau ke sini minimal 10 orang, per orang tarifnya Rp15 ribu. Kami biasanya juga promosi lewat sosial media, facebook, instagram, whats app dan banyak tamu yang pernah ke sini mereka ketagihan berkunjung lagi," jelas Ida.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Terkini

Ratusan Suporter Wonosobo Gelar Doa Bersama

Rabu, 5 Oktober 2022 | 16:22 WIB

Doa dari Magelang untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Selasa, 4 Oktober 2022 | 09:48 WIB
X