Terkait ACT, Pembangunan TK Aisyiyah Bumirejo II Tetap Berjalan

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:50 WIB
Bangunan TK Aisyiyah Bumirejo II Magelang yang belum jadi. (Suara Merdeka/Asef Amani)
Bangunan TK Aisyiyah Bumirejo II Magelang yang belum jadi. (Suara Merdeka/Asef Amani)

MAGELANG, SUARA MERDEKA – Pimpinan Ranting Muhammadiyah Bumirejo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang menepis anggapan proyek pembangunan TK Aisyiyah Bumirejo II mangkrak buntut dari kasus yang tengah melanda lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Seperti diketahui, ACT masih jadi perbincangan hangat saat ini terkait pengelolaan donasi. Salah satu program ACT adalah pembangunan 91 sekolah yang merupakan kompensasi Boeing untuk keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 tahun 2018.

TK Aisyiyah Bumirejo II menjadi salah satu sekolah yang mendapat bantuan biaya pembangunan itu. Pasalnya, salah satu korban kecelakaan pesawat itu adalah warga Desa Bumirejo yang merupakan seorang pramugari yang kediaman orang tuanya di desa setempat, bahkan alumni TK tersebut.

Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Bumirejo, Didi Murdianto memastikan pembangunan gedung baru TK Aisyiyah Bumirejo II masih berlangsung sampai sekarang. Ketika wartawan mendatangi lokasi pembangunan, terlihat ada aktivitas pembangunan oleh sejumlah tukang.

Baca Juga: Pelajar SMP di Grabag Ditemukan Tewas, Diduga Dibunuh Temannya Sendiri

“Sempat ada kabar pembangunan mangkrak karena adanya kasus ACT itu. Bahkan, kami pernah didatangi Mabes Polri untuk mengecek langsung di lapangan. Kami sampaikan apa adanya, tidak ada yang mangkrak, pembangunan tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya saat ditemui Suara Merdeka, Jumat (5/8/2022).

Dia bercerita, sekitar awal tahun 2019 didatangi pihak ahli waris keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air. Keluarga menyampaikan ada dana kompensasi dari Boeing untuk membangun sekolah.

“Kebetulan kami sejak tahun 2018 menyusun proposal rehab TK, tapi belum kesampaian sampai akhirnya datang penawaran tersebut. Tentu kami sangat menyambut baik dan langsung saja mengirimkan proposal, lokasi pembangunan, dan gambar-gambar TK,” katanya.

Setelah dilakukan survei, kata Didi, pihak ACT menyetujui proposal yang diajukan. Ia membuat proposal pembangunan senilai Rp 712 juta sekian dengan spesifikasi gedung dua lantai. Bulan Januari 2022 pembangunan pun dimulai. Untuk sementara tempat kegiatan belajar mengajar digeser.

Baca Juga: Pelajar SMP di Grabag Ditemukan Tewas di Sebuah Kebun

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

Kader PDIP Adakan Jajan Bareng Narisqa

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:56 WIB

Piala Kasad Liga Santri di Yogyakarta Resmi Dimulai

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:06 WIB

APBD Temanggung Tahun 2023 Akan Devisit 80,6 Miliyar

Selasa, 9 Agustus 2022 | 11:55 WIB

Mayat Bersimbah Darah Ditemukan Warga Kentengrejo

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:49 WIB

Ratusan Jabatan Kepala Sekolah Akhirnya Terisi

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:44 WIB

Mancing Bareng Jadi Wahana Edukasi Warga

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:41 WIB

Jelang Panen Raya Tembakau, Petani Gelar Ruwat Rigen

Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:00 WIB
X