Ruwat Rawat Menoreh, BOB Fasilitasi Museum Alam Marmer Indonesia

- Kamis, 14 Juli 2022 | 07:42 WIB
Acara pembukaan Museum Alam Marmer Indonesia di Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Selasa (5/7/2022) lalu. (Dokumentasi BOB)
Acara pembukaan Museum Alam Marmer Indonesia di Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Selasa (5/7/2022) lalu. (Dokumentasi BOB)

Warga Desa Ngargoretno Kabupaten Magelang menyambut antusias kegiatan Ruwat Rawat Menoreh 2 Desa Ngargoretno oleh Badan Otorita Borobudur (BOB) untuk merevitalisasi Museum Alam Marmer Indonesia, Selasa (5/7/2022) lalu.

Hal itu merupakan upaya mengenalkan potensi wisata terkait kepada masyarakat setelah sempat berhenti akibat pandemi Covid-19.

Kepala Desa Ngargoretno, Dodik Suseno mengatakan, desanya sejak tahun 2018 sudah menjadi desa wisata di wilayah Kabupaten Magelang. Hal ini mengingat banyak potensi yang bisa dikembangkan menjadi wisata baik berbasis alam maupun pendidikan (edukasi).

"Untuk wisata alam kita punya banyak bukit-bukit, seperti sekarang muncul wisata Tumpeng Menoreh. Ada juga kawasan batuan marmer merah yang luasnya sekitar 40 hektar. Untuk eduwisata juga ada, kita punya peternakan kambing etawa, pertanian, dan lainnya," ujarnya.

Dia menuturkan, pihaknya sangat menyambut baik aksi Sapta Pesona oleh BOB di kawasan Museum Alam Marmer Indonesia. Dari total kawasan seluas 40an hektar, sebanyak 20 hektar atau separuhnya dikembangkan menjadi destinasi wisata alam dan edukasi. Adapun separuhnya lagi sudah dikuasai oleh perusahaan pertambangan sejak tahun 1990-an.

"Aksi Sapta Pesona ini sebagai awal kita memulai lagi mengembangkan kawasan ini menjadi eduwisata batuan marmer. Kita tanam pohon, buat taman, spot selfie, dan ke depan kita buka outbond dan atraksi proses pembuatan marmer dari bentuk batuan hingga aneka produk jadi," tuturnya.

Dodik menyebutkan, batuan marmer di Ngargoretno ini tergolong langka, karena cenderung berwarna merah. Tidak hanya merah, berdasarkan penelitian yang dilakukannya setidaknya ada 13 varian warna yang tidak jauh dari warna merah, seperti merah hati, coklat, abu-abu, dan krem.

"Saya lihat di Jawa Tengah atau bahkan Indonesia hanya ada di sini batuan marmer merah ini. Kualitasnya juga tidak diragukan lagi, sehingga ini menjadi daya tarik tinggi bagi wisatawan untuk datang melihat langsung dan mempelajarinya," ungkapnya.

Sementara itu, Plt Direktur Keuangan Umum dan Komunikasi Publik Badan Otorita Borobudur, Yusuf Hartanto mengutarakan, pihaknya memberikan apresiasi dan support untuk desa wisata penyangga khususnya Desa Ngargoretno atas dibukanya kembali destinasi wisata. Hal ini diarap bisa mendatangkan wisatawan khususnya domestik.

"Dua tahun ini BOB kerap mengadakan pelatihan untuk pelaku desa wisata, seperti CHSE dan pengelolaan desa wisata. Sekarang dengan masyarakat Ngargoretno kita adakan Aksi Sapta Pesona dengan tanam pohon dan fasilitasi pembukaan Museum Alam Marmer Indonesia serta ke depan akan kita hadirkan akses internet gratis," terangnya.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

SMA N 3 Magelang Kini Miliki Layanan Digitalisasi

Kamis, 1 Desember 2022 | 19:30 WIB

'Symphony Rindu' ala Ketep Summit Fest Digelar Besok

Kamis, 1 Desember 2022 | 09:00 WIB

Gebyar Literasi Matansa Songsong HAB Kemenag

Rabu, 30 November 2022 | 15:57 WIB

MTs 1 Kebumen Rebut 1.168 Medali di Event MIO

Rabu, 30 November 2022 | 15:54 WIB

Pemuda Desa Nampudadi Dilatih Jurnalistik

Rabu, 30 November 2022 | 15:52 WIB
X