Usul Jadi Kampung Konveksi, KUBe Maju Bersama Desa Tanahsari Geluti Mantel

- Jumat, 1 Juli 2022 | 15:40 WIB
Salah satu stand KIE memamerkan mantel produksi KUBe Maju Bersama Desa Tanahsari, Kecamatan / Kabupaten Kebumen (SM/Arif Widodo)
Salah satu stand KIE memamerkan mantel produksi KUBe Maju Bersama Desa Tanahsari, Kecamatan / Kabupaten Kebumen (SM/Arif Widodo)

KEBUMEN, suaramerdeka-kedu.com - Kelompok Usaha Bersama (KUBe) "Maju Bersama" Desa Tanahsari, Kecamatan / Kabupaten Kebumen yang menghimpun 250 konveksi rumahan (home industry) di wilayah setempat kini menggeluti produksi jas hujan atau mantel.

Sebelumnya sejak berbentuk KUBe pada 2016 silam hanya memproduksi tas, peci, celana dan topi. Bahkan telah dilakukan mulai 2006 saat masih beranggota 35 orang. Sedangkan selama pandemi dua tahun lalu memproduksi alat pelindung diri (APD) seperti masker.

"Pemasaran 95 persen dilakukan secara online oleh reseller anak-anak muda yang sebagian besar baru lulus sekolah," kata Ketua KUBe Maju Bersama, Mukhanif saat ditemui di sela-sela mengikuti pameran Kebumen Internasional Expo (KIE) seputar Alun-alun yang berlangsung hingga Sabtu (2/7).

Mukhanif didampingi Penasihat KUB Maju Bersama Zaenal Muttaqin, Pengawas Mustangin dan Pelaksana Program Ari Susanto menjelaskan, keikutsertaan dalam KIE sebagai ajang promosi.

Dikatakan Mukhanif, stand nomor 46 yang ditempatinya itu memiliki omzet penjualan Rp 1,5 juta perhari. Di tempat sama, pelaksana program KUBe Maju Bersama Ari Susanto menambahkan, untuk pemasaran secara online dalam sehari minimal 200 mantel yang terjual.

Baca Juga: Tempat Rehabilitasi Diresmikan, Siap Tampung Korban Penyalahgunaan Narkotika

Produksi tersebut dari 250 konveksi rumahan yang tersebar hingga Desa Bandung Kecamatan Kebumen dan Desa Bojongsari Kecamatan Alian. Pihaknya pun mengusulkan agar Desa Tanahsari yang menjadi sentralnya itu sebagai kampung konveksi.

"Kita usul agar Desa Tanahsari jadi kampung konveksi. Mudah-mudahan bisa terealisasi. Apalagi kini kita sudah merambah produksi jas hujan," ucapnya. Lebih lanjut, setiap konveksi rata-rata 10 penjahit. Sedangkan satu penjahit mampu membuat 20 mantel setiap harinya, dengan harga Rp 70.000 - Rp 150.000 permantel.

KUBe Maju Bersama yang berkantor di Desa Tanahsari pun saban waktu didatangi kurir untuk mengantarkan pesanan barang ke konsumen. Adapun pesanan luar daerah menggunakan jasa pengiriman barang. "Tenaga kerja yang terserap cukup banyak," imbuhnya.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kader PDIP Adakan Jajan Bareng Narisqa

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:56 WIB

Piala Kasad Liga Santri di Yogyakarta Resmi Dimulai

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:06 WIB

APBD Temanggung Tahun 2023 Akan Devisit 80,6 Miliyar

Selasa, 9 Agustus 2022 | 11:55 WIB

Mayat Bersimbah Darah Ditemukan Warga Kentengrejo

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:49 WIB

Ratusan Jabatan Kepala Sekolah Akhirnya Terisi

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:44 WIB

Mancing Bareng Jadi Wahana Edukasi Warga

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:41 WIB

Jelang Panen Raya Tembakau, Petani Gelar Ruwat Rigen

Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:00 WIB
X