Pemkot Magelang Klaim Sedang Selesaikan Status Tanah dan Bangunan Perumahan Sub Inti

- Senin, 27 Juni 2022 | 19:20 WIB
Kegiatan Sosialisasi Status Tanah dan Bangunan Perumahan Sub-Inti Kelurahan Magersari, Senin (27/6/2022). (Dokumentasi Prokompim Kota Magelang)
Kegiatan Sosialisasi Status Tanah dan Bangunan Perumahan Sub-Inti Kelurahan Magersari, Senin (27/6/2022). (Dokumentasi Prokompim Kota Magelang)

MAGELANG, SUARA MERDEKA - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang mengklaim sedang berupaya menyelesaikan status tanah dan bangunan perumahan sub inti yang ditempati warga di RT 7 RW VI Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan.

Berdasarkan keterangan tertulis Pemkot Magelang, Senin (27/6/2022), perumahan sub inti ini merupakan program pembangunan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggunakan tanah Pemda Tk II, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat golongan ekonomi lemah.

Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang, Nanang Kristiyono menjelaskan, perumahan sub inti dibangun dengan anggaran bantuan presiden (banpres) dan APBD I Provinsi Jawa Tengah dengan cara sewa beli kepada masyarakat selama 15 tahun.

"Sedangkan yang di Kelurahan Magersari sudah selesai jangka waktu sewa belinya sejak 2010 lalu, tapi belum diselesaikan status tanah dan bangunannya," jelas Nanang.

Baca Juga: Dugaan Malaadministrasi Sertifikasi Tanah, Pemdes Borobudur Laporkan BPN ke Ombudsman

Nanang menambahkan, sebagai payung hukum penyelesaian perkara tersebut, Pemkot Magelang telah menerbitkan Peraturan Walikota Magelang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyelesaian Status Tanah dan Bangunan Perumahan Subinti Kelurahan Magersari.

Kepala BPKAD Kota Magelang, Susilowati mengatakan, persoalan tersebut telah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sejak tahun 2018.

Susi menyebut dua lokasi perumahan sub inti lainnya yang dibangun menggunakan anggaran banpres 1981/1982 sudah selesai.

Keduanya berada di Kwayuhan, Kelurahan Panjang (sekarang masuk Kelurahan Gelangan), terdapat 100 unit perumahan, sudah selesai tahun 2005, dan di RW XXIV Kelurahan Tidar (sekarang masuk Kelurahan Tidar Selatan) ada 60 unit, diselesaikan tahun 2005.

Baca Juga: Sertifikasi Tanah Area Candi Borobudur, BPN Klaim Proses Sesuai Aturan

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

Kader PDIP Adakan Jajan Bareng Narisqa

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:56 WIB

Piala Kasad Liga Santri di Yogyakarta Resmi Dimulai

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:06 WIB

APBD Temanggung Tahun 2023 Akan Devisit 80,6 Miliyar

Selasa, 9 Agustus 2022 | 11:55 WIB

Mayat Bersimbah Darah Ditemukan Warga Kentengrejo

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:49 WIB

Ratusan Jabatan Kepala Sekolah Akhirnya Terisi

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:44 WIB

Mancing Bareng Jadi Wahana Edukasi Warga

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:41 WIB

Jelang Panen Raya Tembakau, Petani Gelar Ruwat Rigen

Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:00 WIB
X