DLH: KemenPUPR Tidak Koordinasi Soal Kotak Sampah di Borobudur

- Selasa, 21 Juni 2022 | 16:46 WIB
Sampah yang berjubel di kotak sampah, juga terserak di sekitarnya, di tepi Jalan Medang Kamulan, Kecamatan Borobudur, Selasa (21/6). (Suara Merdeka/Birru Rakaitadewa)
Sampah yang berjubel di kotak sampah, juga terserak di sekitarnya, di tepi Jalan Medang Kamulan, Kecamatan Borobudur, Selasa (21/6). (Suara Merdeka/Birru Rakaitadewa)

MAGELANG, SUARA MERDEKA - Sampah berserakan tampak di sekitar kotak sampah di tepi Jalan Medang Kamulan, Kecamatan Borobudur, Selasa (21/6). Tepatnya dekat Pintu 8 kompleks Taman Wisata Candi Borobudur.

Pantauan Suara Merdeka, bungkusan sampah terlihat berjubel di kotak sampah, juga terserak di sekitarnya. Kotak ini ada tiga kategori, organik, plastik dan kaleng, dan kertas.

Dari campur aduknya sampah yang masuk ke kotak, agaknya pembuang sampah tidak begitu mengindahkan tiga kategori itu.

Kebanyakan berjenis sampah rumah tangga, macam bungkus makanan dan minuman, sabun, sampo, hingga sisa makanan. Bahkan muncul belatung di salah satu bungkusan. Padahal, dekat area ini digunakan sebagai tempat angkringan kala malam hari.

Beralih ke Jalan Badrawati, Kecamatan Borobudur, akses menuju pintu masuk PT Taman Wisata Candi Borobudur. Tepatnya di seberang gerbang concourse, sampah juga berjubel di kotak sampah.

Sampah di seberang gerbang concourse, kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Selasa (21/6). (Suara Merdeka/Birru Rakaitadewa)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang, Sarifudin mengatakan, kotak-kotak sampah di kawasan Borobudur itu adalah bagian dari program penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

Namun, dia menyatakan, KemenPUPR tidak berkoordinasi dengan pihaknya untuk peletakkan kotak-kotak itu sekitar akhir tahun 2021.

"Tidak ada koordinasi dengan DLH. Tahu-tahu di pinggir jalan penuh kotak (sampah). Itu jadi beban kami," tandasnya. Adapun total kotak sampah, Sarifudin menaksir lebih dari 1.000 unit.

Sarifudin mengaku sempat memprotes keberadaan kotak sampah. Pasalnya DLH Kabupaten Magelang per 1 Januari 2022 memutuskan bahwa Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pasuruhan tidak menerima sampah organik. Hal itu dilakukan karena TPA Pasuruhan telah kelebihan muatan.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

Berikut Daftar Juara Magelang Innovation Award 2022

Senin, 5 Desember 2022 | 21:30 WIB

Intip Fasilitas Hotel Royal Malioboro

Senin, 5 Desember 2022 | 19:25 WIB

Harga Racun yang Dibeli Dhio untuk Bunuh Keluarganya

Senin, 5 Desember 2022 | 12:00 WIB

Grebeg Gunungan Tutup Ketep Summit Fest 2022

Minggu, 4 Desember 2022 | 20:00 WIB

Kota Magelang Raih Anugerah Meritokrasi dari KASN

Minggu, 4 Desember 2022 | 19:07 WIB

SMA N 3 Magelang Kini Miliki Layanan Digitalisasi

Kamis, 1 Desember 2022 | 19:30 WIB

'Symphony Rindu' ala Ketep Summit Fest Digelar Besok

Kamis, 1 Desember 2022 | 09:00 WIB
X