Gempur Rokok Ilegal, Dalijo Cs Pentaskan Umuk Keblusuk

- Minggu, 19 Juni 2022 | 15:32 WIB
Dina Trinil (kiri) dan Rio Srundeng, bagian dari grup Dalijo Cs, saat mementaskan Umuk Keblusuk untuk kampanye Gempur Rokok Ilegal, di GOR Samapta, Kota Magelang, Jumat (17/6) malam. (Tangkapan Layar Youtube Pemerintah Kota Magelang)
Dina Trinil (kiri) dan Rio Srundeng, bagian dari grup Dalijo Cs, saat mementaskan Umuk Keblusuk untuk kampanye Gempur Rokok Ilegal, di GOR Samapta, Kota Magelang, Jumat (17/6) malam. (Tangkapan Layar Youtube Pemerintah Kota Magelang)

MAGELANG, SUARA MERDEKA – Grup lawak Dalijo Cs baru saja mementaskan komedi situasi bertema rokok ilegal di Gor Samapta, Kota Magelang, Jumat (17/6) malam. Pentas kian semarak dengan iringan musik karawitan dari grup Sekar Anom.

Kisah dengan tajuk "Umuk Keblusuk" itu soal Yanti yang tidak tidak terima dengan kampanye "Gempur Rokok Ilegal". Pasalnya dia dan para pekerjanya, macam Trinil, Srundeng, Pawiro, menggantungkan hidup dari rokok tanpa pita cukai.

Kenyut dan Dalijo adalah segelintir orang yang mendukung Gempur Rokok Ilegal. Mereka berpendapat, dengan negara memperoleh pendapatan dari penerimaan cukai, pembangunan bisa bergerak. Hal yang tak dipahami kubu Yanti dan kawan-kawannya.

Yanti cs pun mendatangi Kenyut dan Dalijo untuk ngomel. Adu argumen tak pelak terjadi, tentu dibawakan secara jenaka.

Pertikaian berangsur mereda kala Siswanto, Pejabat Fungsional Bea Cukai Ahli Pertama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Magelang, naik ke panggung.

"Bagi yang mengedarkan rokok tanpa pita cukai, seperti Mbak Yanti ini, melanggar pasal 54 UU Nomor 11 Tahun 1995 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 39 Tahun 2007. Akan diancam minimal 1 sampai 5 tahun penjara," jelas Siswanto.

Guyon maton atau bercanda tanpa kelewat batas tersebut merupakan upaya sosialisasi peraturan perundang-undangan tentang ketentuan di bidang cukai dari Pemerintah Kota Magelang.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Magelang, Muchamad Abdul Azis mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan amanat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 215/PMK.07/2021 tentang Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Dengan media seni guyonan, Azis bilang sosialisasi jadi menarik lantaran informasi tersampaikan secara menghibur dan mengedukasi.

"Sosialisasi ini juga bentuk sinergi pemerintah daerah dengan kantor bea cukai yang bagian dari unsur penilaian kinerja pemerintah daerah yang akan berdampak pada besaran alokasi DBHCHT," terangnya.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

Jamaah Haji Sapu Jagad Diberangkatkan

Senin, 27 Juni 2022 | 09:05 WIB

Pemkot Magelang Canangkan 11 Kampung Religi

Minggu, 26 Juni 2022 | 18:56 WIB

Kabupaten Magelang Dapat Alokasi 500 Vaksin PMK

Jumat, 24 Juni 2022 | 13:16 WIB
X