Front One Harvest Hotel Tekankan Kolaborasi untuk Maju Bersama Stakeholder

- Sabtu, 11 Juni 2022 | 10:11 WIB
Salah satu kamar di Front One Harvest Hotel (SM/Dok)
Salah satu kamar di Front One Harvest Hotel (SM/Dok)

WONOSOBO, suaramerdeka-kedu.com - Kolaborasi merupakan sebuah kompetisi baru, yang jika dikaji memiliki makna yang luas. Hal ini penting dilakukan untuk mengembangkan sebuah usaha, salah satunya perhotelan. Front One Harvest Hotel Wonosobo tengah berupaya menerapkan prinsip tersebut agar bisa maju bersama dengan para stakeholdernya.

Istilah collaboration is the new competition telah menghebohkan dunia usaha. Bahkan CEO Azana Hotel and Resort Dicky Suarsono sering menyebut kalimat ini untuk para pelaku bidang perhotelan agar menjalankan strategi ini.

General Manager Front One Harvest Hotel Wonosobo Yoshi Sukendar menjelaskan istilah tersebut digunakan bagi sekelompok orang atau badan usaha untuk memperkuat jaringan sampai akhirnya bisa membantu meningkatkan pelayanan maupun penjualan, sehingga dapat menjawab kebutuhan konsumen.

Front One Harvest Hotel Wonosobo telah menerapkan beberapa kolaborasi bersama beberapa stakeholder. Di antaranya menjalin kerja sama dengan UMKM, sekolah kejuruan perhotelan, travel agent hingga rumah sakit sejak 2021 lalu.

“Seperti souvenir, oleh-oleh, makanan khas, ataupun barang-barang lain yg sekiranya menjadin kebutuhan tamu kami. Karena keterbatasan kami, kami coba mengajak kerja sama teman-teman UKM utk pemenuhan kebutuhan tamu tersebut,” papar Yoshi kepada Suara Merdeka, Jumat (10/6).

Sementar kolaborasi dengan sekolah menengah kejuruan perhotelan ini memberi kesempatan para siswa yang akan melaksanakan on the job training (OJT) ataupun PKL. Mereka akan dicetak menjadi SDM yang lebih baik dan siap menghadapi tantangan dunia parisiwata.

“Ini pun bertujuan simbiosis mutualisme. Jika siswa siswi ini selama OJT menunjukkan kinerja yang baik, maka akan kami serap di hotel kami nantinya,” tutur Yoshi.

Sama hal nya dengan Rumah Sakit Islam (RSI) Wonosobo. Bentuk kerja samanya adalah dengan memberi pelatihan terkait dengan hospitaliy dalam pelayanan publik. “Nantinya diharapkan makin bisa bersaing dalam merebut hati customer dengan pelayanannya yang semakin lebih baik dan memenuhi kebutuhan konsumen, serta bersaing di pasar tentunya,” papar Yoshi.

Pun demikian dengan travel agen maupun dinas terkait mengenai informasi obyek wisata bagi para tamu. “Biasanya kami arahkan ke berbagai potensi wisata yang menunjang perjalanan wisata tamu kami,” imbuh pria yang kini tengah mengenyam pendidikan S2 Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jakarta.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Doa dari Magelang untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Selasa, 4 Oktober 2022 | 09:48 WIB

Karyawan Artos Mall Ikuti Simulasi Kebakaran

Jumat, 30 September 2022 | 18:47 WIB
X