Balon Udara Ancam Keselamatan Penerbangan

- Selasa, 24 Mei 2022 | 08:42 WIB
Sebanyak 50 pegawai Disperkimhub Wonosobo mengikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat terkait Ramp Safety Awarness, Selasa (17/5) di Resto Ongklok (SM/Pelangi Kharismakristi)
Sebanyak 50 pegawai Disperkimhub Wonosobo mengikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat terkait Ramp Safety Awarness, Selasa (17/5) di Resto Ongklok (SM/Pelangi Kharismakristi)

WONOSOBO, suaramerdeka-kedu.com - Sebanyak 50 pegawai Disperkimhub mengikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat terkait Ramp Safety Awareness. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan penerbangan, khususnya mengenai bahaya balon udara.

Kepala Disperkimhub Agus Susanto mengatakan, Seperti diketahui, Wonosobo memiliki tradisi balon udara yang sudah turun temurun. Bahkan pasca idul fitri terdapat event serupa yang berjalan tujuh kali berturut-turut. Namun dia memastikan sudah memenuhi standar yang ditentukan.

“Adanya diklat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan penerbangan, kalau di Wonosobo kaitannya dengan balon udara. Pelatihan ini punya nilai plus karena berstandar internasional, jadi apa yang kita lakukan di sini sama materinya dengan pelatihan serupa di luar negeri,” papar Agus kepada Suara Merdeka, Selasa (17/5).

Dalam pelatihan ini, lanjut Agus, akan dikupas tuntas mengenai keselamatan penerbangan dan balon udara dalam kegiatan masyarakat. Mulai dari aturan perundangan, bahaya dan langkah yang harus dilakukan untuk mencegah dan mengedukasi masyarakat untuk menerbangkan balon sesuai prosedur yang berlaku.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pengembangan SDM Pengembangan Udara Heri Sudarmaji dalam sambutannya, memaparkan akan bahaya balon udara jika terbang liar. Terlebih lagi Wonosobo dilintasi pesawat komersial, baik penerbangan nasional maupun internasional.

Baca Juga: Karya Desainer Purworejo Tampil di Fashion Show Rusia, Li Scarf Berhasil Tembus ke Pasar Asia dan Eropa

Dia menyebut pada saat libur lebaran jumlah penerbangan meningkat, contohnya di Bandara Soekarno Hatta yang mencapai 1100 lebih. Artinya bisa saja pesawat komersial ini juga banyak yang melewati langit Wonosobo, terutama yang memiliki tujuan Kulonprogo, Yogyakarta dan Semarang.

“Kalau sudah begitu berarti traffic itu harus kita amankan. Karena satu penumpang bisa membawa ratusan orang, kalau sampai balon udara masuk ke engine pesawat akan sangat berbahaya, dampaknya sampai pada internasional bisa dicap penerbangan kita tidak aman,” papar Heri pada saat membuka diklat di Resto Ongklok.

Oleh karena itu, pihaknya akan terus mensosialisasikan mengenai bahaya balon udara jika diterbangkan secara liar. Selain pada masyarakat luas, utamanya pada lingkup Dinas Perhubungan. Salah satunya melalui diklat yang berlangsung pada Selasa (17/5) hingga Sabtu (21/5) tersebut.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kota Magelang Mulai Lakukan Vaksinasi PMK

Selasa, 28 Juni 2022 | 19:23 WIB

Jamaah Haji Sapu Jagad Diberangkatkan

Senin, 27 Juni 2022 | 09:05 WIB

Pemkot Magelang Canangkan 11 Kampung Religi

Minggu, 26 Juni 2022 | 18:56 WIB

Kabupaten Magelang Dapat Alokasi 500 Vaksin PMK

Jumat, 24 Juni 2022 | 13:16 WIB
X