Mengurai Sejarah dan Pembangunan di Kabupaten Sleman

- Minggu, 15 Mei 2022 | 10:19 WIB
Dokumentasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman
Dokumentasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman

Gedung utama pemerintahan saat itu terletak di utara Lapangan Pemda Sleman, yang saat ini difungsikan sebagai kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

"Pada masa pemerintahan KRT Murdodiningrat inilah Kabupaten Sleman memiliki lambang daerah yang dipakai sampai sekarang,” ungkap Aji.

Lambang daerah menjadi simbol penyemangat pemerintah dalam pembangunan. Bentuk segi empat, misalnya, dimaknai sebagai kesederhanaan. Lalu warna dasar biru muda wujud cita-cita.

Kemudian ada warna hijau kemakmuran. Putih kesucian. Merah keberanian. Hitam keabadian. Kuning keluhuran, dan kuning keemasan dimaknai sebagai kejayaan.

“Warna-warna itu melambangkan sikap pemerintah untuk membangun Sleman yang berkelanjutan secara gotong royong dengan semangat kesederhanaan. Seperti logo hari jadi ke-106 Kabupaten Sleman itu juga diambil dari warna-warna lambang daerah,” papar Aji.

Belakangan, pada 15 Mei 1999 Kabupaten Sleman juga mendapat pusaka dari Sri Sultan Hamengku Buwono X berupa Tumbak Kyai Turun Sih berpamor beras wutah.

Pusaka itu bermakna cinta kasih pemerintah terhadap rakyatnya serta upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan kekayaan alam (lumbung padi) yang dimiliki.

Kesimpulannya, lanjut Aji, roda pemerintahan Sleman harus dijalankan secara prasojo, sederhana, gotong rotong, welas asih, menjaga kekayaan alam, dan watak pantang menyerah menghadapi kesulitan.

“Itu semua menjadi fondasi bagi pemerintah Kabupaten Sleman yang harus dipegang teguh. Sebagaimana tema hari jadi ke-106 tahun ini, ‘Sesarangen Mbangun Sleman, Sleman Gumregah’” tegasnya.

Kabupaten Sleman pertama kali mendapatkan anugerah tanda kehormatan atas hasil karya tertinggi dalam pembangunan pada masa kepemimpinan Bupati Drs. H. Sujoto Prodjosujoto tahun 1979, yaitu Parasamya Purna Karya Nugraha.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

Ratusan Suporter Wonosobo Gelar Doa Bersama

Rabu, 5 Oktober 2022 | 16:22 WIB

Doa dari Magelang untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Selasa, 4 Oktober 2022 | 09:48 WIB
X