179 Siswa SMK dan SMA VIP Al Huda Kebumen Diwisuda

- Senin, 25 April 2022 | 16:57 WIB
Siswa SMK dan SMK VIP Al Huda Kebumen diwisuda dengan prosesi pengalungan di halaman pondok pesantren setempat, Sabtu (23/4). (SM/Arif Widodo)
Siswa SMK dan SMK VIP Al Huda Kebumen diwisuda dengan prosesi pengalungan di halaman pondok pesantren setempat, Sabtu (23/4). (SM/Arif Widodo)
 
 
KEBUMEN, suaramerdeka-kedu.com - Sebanyak 179 siswa SMK dan SMA VIP Al Huda Kebumen diwisuda, Sabtu (23/4). Kegiatan yang digelar sederhana itu tampak meriah dengan menghadirkan pentas kreativitas siswa serta hafalan sejumlah kitab. Mulai tahfidzul Qur'an hingga hafalan kitab Imriti dan Alfiyah Ibnu Malik.
 
Halaman kompleks Pondok Pesantren Al Huda Kebumen yang menjadi tempat penyelenggaraan acara tersebut penuh sesak. Wali siswa yang datang dari berbagai daerah mengikuti jalannya acara hingga purna. Mereka orang tua dari 73 siswa kelas 12 SMA dan 106 siswa kelas 12 SMK VIP Al Huda. 
 
"Semoga para siswa selalu diberi keberkahan dan kemanfaatan ke depannya," kata salah satu perwakilan wali siswa, Hasan Bisri saat menyambut pada acara bertajuk "Purna Widya siswa SMK dan SMA VIP Al Huda Kebumen, Dukuh Jetis, Desa Kutosari, Kecamatan Kebumen Tahun Ajaran 2021/2022". 
 
Direktur Yayasan Kholidiyah KH Wahib Machfudz dalam sambutannya menyampaikan proses pendidikan yang melibatkan guru, wali santri dan yayasan harus kompak dan serius. KH Wahib Machfudz yang lebih akrab disapa Gus Wahib itu lantas menekankan agar jangan sampai salah memilih guru. 
 
Termasuk dalam memahami Alquran harus melalui ulama. "Ibarat listrik harus ada adaptor. Kalau tidak lewat adaptor akan jebol," tandasnya. Saat ini pun terdapat lembaga pendidikan tinggi yang mengkaji Alquran hanya menggunakan kecerdasan dan kepintarannya sendiri, tanpa mengandalkan guru muktabar (bersanad). 
 
 
Akibatnya, lanjut Gus Wahib yang Pengasuh Pondok Pesantren Al Huda itu, ada mahasiswa yang tidak sesuai dengan faham Ahlussunah Waljamaah (Aswaja). "Tanpa guru yang muktabar, akeh salahe ketimbang benere (banyak salahnya ketimbang benarnya)," jelas Gus Wahib. 
 
Dalam kesempatan tersebut juga diisi pengajian oleh KH Yasin Mahtuh dari Sidareja Cilacap yang alumnus Pondok Pesantren Al Huda. Adapun proses wisuda dilakukan oleh Kepala SMK VIP Al Huda Agus Tangin, Kepala SMA VIP Al Huda Komarudin, Kepala SMP VIP Al Huda Farhanudin dan Wakil Direktur Yayasan Kholidiyah Abdul Munginsidi.
 
Agus Tangin tampil memotivasi para siswa yang cukup antusias tersebut. Mereka yang disebut sebagai santri itu dikatakan Agus Tangin bisa apa saja dan menjadi apa saja. "Di sini tidak ada bahasa pisah. Sampai kapan pun, yang namanya santri tetap santri Al Huda," jelas Agus sembari memimpin yel-yel Al Huda jaya.
 
Dari sebanyak 179 siswa yang diwisuda, 30 di antaranya telah diterima di perguruan tinggi negeri sesuai keinginan masing-masing. Seperti UIN Kalijaga, Unnes, UIN Wali Sanga dan Universitas Andalas. Dalam menempuh jenjang pendidikan lebih tinggi itu tetap berada di pesantren. "Jadilah pribadi yang lebih baik, penerus bangsa dengan berakhlakul karimah," imbuh Komarudin.
 
Siswa yang baru diwisuda itu juga ada yang sudah diterima bekerja di perusahaan kenamaan. Salah satunya Muhammad Alex Filhaq. Ia pun diminta tampil bersama dua siswa lainnya, Iqbal Julian Fachrudin dan Salma Auliya. Para siswa itu mengaku banyak menemukan hal baru selama berada di Pondok Pesantren Al Huda sejak SMP. 

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemenkeu Jateng, Paparkan Kinerja Positif APBN 2022

Jumat, 27 Januari 2023 | 19:03 WIB

Polda Jateng Mulai Uji Coba Drone Tilang Elektronik

Jumat, 27 Januari 2023 | 18:07 WIB

Realisasi PAD Kota Magelang Naik Signifikan

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:00 WIB

Barongsai Sebagai Simbol Pembawa Berkah

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:09 WIB

Sedapnya Kue Keranjang Imlek Balutan Daun Pisang

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:04 WIB
X