10 Pusaka Peninggalan Untung Surapati Dilaporkan Hilang

- Kamis, 17 Maret 2022 | 14:20 WIB
Sesepuh dari berbagai wilayah berdatangan untuk memastikan kebenaran hilangnya barang bersejarah di Rumah Pusaka Untung Suropati Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam, Kebumen, Rabu (16/3). (SM/Arif Widodo)
Sesepuh dari berbagai wilayah berdatangan untuk memastikan kebenaran hilangnya barang bersejarah di Rumah Pusaka Untung Suropati Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam, Kebumen, Rabu (16/3). (SM/Arif Widodo)
 
 
KEBUMEN, suaramerdeka-kedu.com – Sebanyak 10 pusaka peninggalan Untung Suropati dilaporkan hilang. Hingga berita ini diturunkan pihak kepolisian masih menyelidiki laporan tersebut.
 
Barang bersejarah itu semula disimpan di Rumah Pusaka Untung Suropati Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam, Kebumen. Namun saat juru kunci Udayasa (72) hendak membersihkan ruangan rumah pusaka itu dikejutkan dengan gembok pintu yang rusak.
 
“Pas saya menyapu lantai, ketahuan Sabtu tanggal 12 Maret pagi, sekitar 09.00, baut gembok itu sudah dicongkel. Padahal ruang penyimpanan selalu digembok karena tidak setiap orang boleh masuk," ucapnya.
 
Informasi tentang hilangnya benda pusaka itu pun membuat sesepuh dari berbagai wilayah berdatangan hingga Rabu (16/3). Termasuk Anggota DPRD Kebumen dari PKB Akhmad Sudiyono, yang berasal daerah pemilihan Karanggayam. Diduga, benda pusaka tersebut hilang karena dicuri. Akhmad Sudiyono pun mengaku terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
 
Dari 10 benda pusaka yang hilang itu meliputi tujuh bilah keris, dua tombak dan satu pedang. Dari jumlah benda pusaka yang disimpan di tempat itu masih tersisa enam bilah tombak yang tidak turut hilang. Selain itu ada juga sebuah busana kebesaran peninggalan Untung Surapati. 
 
 
Salah satu trah Untung Suropati, Martoyuwono (80) yang warga Desa Somagede, Kecamatan Sempor, Kebumen mengemukakan, peristiwa tersebut bukan hanya menjadi sebuah kehilangan bukti sejarah bagi keluarga keturunan, tapi juga kerugian bagi bangsa ini. 
 
Menurutnya, peristiwa kehilangan benda pusaka tidak bisa disamakan seperti kehilangan barang pada umumnya. Sebab, ada nilai sejarah dan perjalanan hidup yang tidak ternilai oleh rupiah. Apalagi dengan hilangnya bukti sejarah itu tidak bisa menceritakan lagi ke generasi penerus.
 
Hal senada juga disampaikan pemerhati sejarah dan budaya, Agus Salim Chamidi yang Dosen IAINU Kebumen. "Kami ikut perihatin dengan hilangnya pusaka peninggalan sejarah tersebut. Aparat harus bisa menemukannya kembali," pinta Agus.
 
Sementara itu, Kepala Desa Clapar Murtini menyampaikan, pihak kepolisian yang telah mendapat laporan atas hilangnya benda pusaka itu masih melakukan penyelidikan. “Dari Polsek begitu kami laporan sudah turun minta keterangan. Kami juga berharap bisa ditemukan dalam keadaan seperti semula,” tuturnya.
 
Pihak desa juga melaporkan kejadian tersebut ke dinas terkait. Mengingat, Rumah Pusaka Untung Surapati telah ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010. Untung Surapati juga telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional sesuai Surat Keputusan Presiden Nomor 106/tk/1975 tanggal 3 November 1975. Tokoh pejuang itu diyakini masyarakat setempat pernah menetap di Desa Clapar. 

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemenkeu Jateng, Paparkan Kinerja Positif APBN 2022

Jumat, 27 Januari 2023 | 19:03 WIB

Polda Jateng Mulai Uji Coba Drone Tilang Elektronik

Jumat, 27 Januari 2023 | 18:07 WIB

Realisasi PAD Kota Magelang Naik Signifikan

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:00 WIB

Barongsai Sebagai Simbol Pembawa Berkah

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:09 WIB

Sedapnya Kue Keranjang Imlek Balutan Daun Pisang

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:04 WIB
X