Dobrak Kemiskinan Ekstreme, IAINU Angkat Potensi Tembakau di Kebumen

- Rabu, 23 Februari 2022 | 21:32 WIB
Sejumlah Dosen IAINU Kebumen berbincang tembakau di kediaman Mardiadi, salah satu petani Desa Logandu, Kecamatan Karanggayam, Kebumen, Selasa (22/2) malam. (SM/Arif Widodo)
Sejumlah Dosen IAINU Kebumen berbincang tembakau di kediaman Mardiadi, salah satu petani Desa Logandu, Kecamatan Karanggayam, Kebumen, Selasa (22/2) malam. (SM/Arif Widodo)
 
 
KEBUMEN, suaramerdeka-kedu.com - Sebagian wilayah Kebumen dengan tingkat kemiskinan ekstreme diketahui sebagai penghasil tembakau. Apa lacur, keberadaan tembakau yang sudah turun-temurun pada suatu wilayah itu malah dianggap sebagai penyebab kemiskinan
 
Seperti pada Desa Logandu, Kecamatan Karanggayam. Di mana desa tersebut masuk wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstreme. "Kami dianggap miskin monggo-monggo saja. Tapi yang jelas, tembakau di sini diunggulkan dibandingkan komoditas lainnya," kata salah satu petani tembakau asal Logandu, Mardiadi.
 
Desa Logandu juga diketahui sebagai penghasil tembakau terbesar, mencapai 50 ton dalam semusim. Wilayah perbukitan yang terdapat 1.300 keluarga itu pun sebagian besar bertani tembakau. Sedangkan mengenai kemiskinan ekstreme, Kepala Desa Logandu, Sarlan menyampaikan hal itu tidak jauh dari kepentingan politik. 
 
 
"Kami sangat senang jika dilakukan kajian ilmiah soal tembakau," ungkap Sarlan saat menerima kunjungan dari empat dosen IAINU Kebumen dalam rangka pengabdian masyarakat dan rencana riset mengenai tembakau di Kebumen, Selasa (22/2) malam. Masing-masing Agus Salim Chamidi, Ahmad Murtajib, Bahrun Ali Murtopo dan Arif Widodo. 
 
Sarlan yang menjabat sebagai Kepala Desa Logandu untuk periode ketiga ini berharap peran serta akademisi dalam mengangkat tembakau di Kebumen sanggup mendobrak kemiskinan ekstreme. Terutama di desa yang dipimpinnya. Sarlan sendiri mengaku telah mengusulkan agar tembakau Logandu dipatenkan untuk pengembangan ke depan.
 
Sementara itu, Rektor IAINU Kebumen, Fikria Najitama menyampaikan pentingnya kalangan kampus melakukan penelitian dan pengabdian. "Adapun soal pengabdian itu luas sekali. Dan terkait penelitian tembakau ini diharapkan sebagai pintu masuk untuk pengabdian yang lebih luas lagi," terangnya.

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPPN Magelang Serahkan DIPA dan Alokasi TKD 2023

Jumat, 9 Desember 2022 | 16:14 WIB

Pembangunan Puskesmas Bejen Molor

Jumat, 9 Desember 2022 | 15:26 WIB

DPRD Dorong Perbup Disabilitas Segera Dibuat

Rabu, 7 Desember 2022 | 13:16 WIB

Pemkot Magelang Raih SAKIP Predikat BB

Selasa, 6 Desember 2022 | 17:28 WIB
X