Tersangka Kontroversi Proyek Kandang Domba Ditahan

- Selasa, 22 Februari 2022 | 20:12 WIB
Kasi Pidum Kejaksaan Kabupaten Purworejo, Juniardi windraswara bersama JPU, Widi Astuti menjelaskan perkara kontroversi proyek kandang domba (SM/Dok)
Kasi Pidum Kejaksaan Kabupaten Purworejo, Juniardi windraswara bersama JPU, Widi Astuti menjelaskan perkara kontroversi proyek kandang domba (SM/Dok)

PURWOREJO, suaramerdeka-kedu.com - Hari Budianto, Direktur utama PT Mega Gemilang Jaya (MGJ) yang berkantor di perumahan KBN Blok E 13 Kelurahan Pangenrejo, Kecamatan Purworejo telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana penipuan dalam kontroversi proyek kandang domba di Purworejo.

Penyidik Polres Purworejo, yang menangani kasus itu telah melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) terhadap Hari Budianto kepada Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Purworejo pada Senin tanggal 21 Februari 2022 dan langsung dilakukan penahanan.

Hari yang tinggal di Jalan Prenja RT 009 RW 001 Kelurahan Bukit Duri Kecamatan Tebet Jakarta Selatan, kini telah ditahan dan dititipkan di Rutan kelas IIB Purworejo hingga 20 hari kedepan untuk dilakukan persidangan di Kantor Pengadilan Negeri Purworejo.

"Hari Budianto telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana penipuan yang diketahui kejadianya pada Senin tanggal 27 Juli 2020 sampai dengan bulan Desember 2020 atau pada waktu lain antara tahun 2020 sampai dengan bulan Maret 2021 di Kantor PT MGJ sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP," ungkap Kasi Pidum Kejaksaan Kabupaten Purworejo, Juniardi windraswara bersama JPU, Widi Astuti, saat ditemui di Kantor Pengadilan Negeri Purworejo, pada Senin (21/2).

Dijelaskan, awal mula kejadian itu terjadi saat dari PT DSS Baja Raya bekerjasama dengan PT MGJ dalam pekerjaan pembangunan paket kandang domba di Kabupaten Purworejo dan dilaksanakan penandatanganan nota kesepakatan/MOA pada Senin tanggal 27 Juli 2020 dikantor PT MGJ.

"Bahwa inti dari nota kesepakatan (MOA) tersebut PT DSS Baja Raya mendapat kontrak pekerjaan berupa pembangunan paket kandang domba sebanyak 500 kandang dalam jangka waktu 6 bulan, biaya pembangunan per paket kandang senilai 132.770.000 dan nilai kontrak yang disepakati adalah sebesar 66.385.000.000 dan setelah itu pihak PT DSS  Baja Raya menyerahkan biaya mapping sebesar 150.000.000," jelasnya.

Bahwa dalam MOA tersebut, lanjutnya, sistem pembayaran dilakukan dengan menggunakan Bank Instrumen dalam bentuk Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKPDN).

Pada pasal 4 huruf 7 disebutkan sebelum SKBDN dinyatakan conforn ke pihak Bank penerima, pihak kedua wajib melaksanakan jaminan kemampuan pelaksanaan pekerjaan senilai 1,5 % dari nilai kontrak berupa progres pembangunan.

Sehingga setelah itu PT DSS Baja Raya melakukan pembangunan kandang domba senilai 1,5 % dari nilai kontrak yang ada yaitu sebanyak 14 kandang terletak di tanah milik Setiyo Raharjo di Desa Sambeng, Kecamatan Bayan dengan biaya yang dikeluarkan sejumlah 994.000.000.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPPN Magelang Serahkan DIPA dan Alokasi TKD 2023

Jumat, 9 Desember 2022 | 16:14 WIB

Pembangunan Puskesmas Bejen Molor

Jumat, 9 Desember 2022 | 15:26 WIB

DPRD Dorong Perbup Disabilitas Segera Dibuat

Rabu, 7 Desember 2022 | 13:16 WIB

Pemkot Magelang Raih SAKIP Predikat BB

Selasa, 6 Desember 2022 | 17:28 WIB
X