9000 Vaksin Astrazeneca di Wonosobo Diambang Kadaluarsa

- Kamis, 17 Februari 2022 | 20:15 WIB
SM/M Nur Chakim PAPARKAN : Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Wonosobo dr.Riyatno memaparkan data persebaran covid di Wonosobo dalam rakor di ruang Mangoenkosoemo, kemarin.
SM/M Nur Chakim PAPARKAN : Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Wonosobo dr.Riyatno memaparkan data persebaran covid di Wonosobo dalam rakor di ruang Mangoenkosoemo, kemarin.


WONOSOBO, suaramerdeka-kedu.com - Sekitar 9.000 dosis vaksin jenis astrazeneca di Kabupaten Wonosobo diambang masa kadaluarsa. Vaksin tersebut akan mencapai batas kadaluarsa pada tanggal 28 Februari mendatang.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wonosobo dr Riyatno mengatakan sebanyak 9.000 vaksin yang akan kadaluarsa tersebut tersebar diseluruh puskesmas yang ada di Wonosobo.

" iya, masih ada waktu sekitar dua minggu untuk menyerap ini (vaksin yang akan kadaluarsa)," katanya.

Baca Juga: 12 PMKS di Kabupaten Magelang Terjaring Penertiban

Adanya hal itu pihaknya berupaya memaksimalkan seluruh Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang ada dengan mengutamakan pendistribusian dosis vaksin yang mendekati kadaluarsa terlebih dahulu. Dengan asumsi per hari bisa menyuntikkan vaksin sebanyak 3.000 dosis, maka dipastikan minggu depan vaksin tersebut akan terserap seluruhnya.

" iya asumsinya perhari sebanyak 3.000 maka minggu depan akan selesai. Yang 9000 itu akan terserap," jelasnya.

Dijelaskan lebih lanjut, saat ini Pemkab Wonosobo memiliki stok dosis vaksin jenis astrazeneca sebanyak 9000 dosis, puluhan ribu jenis pfizer, dan jenis coronavac atau vaksin serupa sinovac sebanyak 20.000.

" Jangan mencari moderna, karena saat ini sudah tidak ada kecuali ada dropping dari kementerian. Stok di Dinkes Provinsi pun saat ini sangat menipis," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo dr Riyatno ditemui usai rakor penanganan covid di ruang rapat Mangonkosoemo komplek setda kemarin.

Baca Juga: Terima Laporan Pungli, Bupati Arif Sentil Pendamping PKH

Perlu diketahui, lanjut Riyatno, hari ini pun (17/2) pihaknya telah menolak sejumlah alokasi vaksin dari Dinkes Provinsi Jawa Tengah. Penolakan itu dilatarbelakangi masih adanya stok vaksin dengan masa kadaluarsa yang sama.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

KPPN Magelang Serahkan DIPA dan Alokasi TKD 2023

Jumat, 9 Desember 2022 | 16:14 WIB

Pembangunan Puskesmas Bejen Molor

Jumat, 9 Desember 2022 | 15:26 WIB

DPRD Dorong Perbup Disabilitas Segera Dibuat

Rabu, 7 Desember 2022 | 13:16 WIB

Pemkot Magelang Raih SAKIP Predikat BB

Selasa, 6 Desember 2022 | 17:28 WIB
X