Komisi IV Panggil RSUD Tjitrowardojo Terkait Kejadian Janin Meninggal, Keluarga Pasien Akan Segera Dimintai Ke

- Jumat, 28 Januari 2022 | 10:16 WIB
Suasana audiensi pemanggilan Komisi IV DPRD Purworejo kepada RSUD Dr Tjitrowardojo di ruang rapat Komisi IV DPRD setempat terkait kejadian meninggalnya janin (SM/Hafidz Kurnia)
Suasana audiensi pemanggilan Komisi IV DPRD Purworejo kepada RSUD Dr Tjitrowardojo di ruang rapat Komisi IV DPRD setempat terkait kejadian meninggalnya janin (SM/Hafidz Kurnia)

PURWOREJO, suaramerdeka-kedu.com - Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo panggil jajaran Direksi RSUD Dr Tjitrowardojo pada Kamis (27/1).

Pemanggilan tersebut dilakukan guna meminta klarifikasi kepada pihak RSUD Dr Tjitrowardojo setelah ada kejadian penggerudukan RSUD oleh warga desa Mlaran Kecamatan Gebang beberapa waktu lalu.

Diketahui hal itu terjadi karena pihak rumah sakit dianggap lamban dan arogan dalam melayani pasien wanita hamil atas nama Sri Wasiati (39) warga desa Mlaran sehingga janin usia 8 bulan di kandungannya tidak terselamatkan.

Dalam audiensi yang digelar di ruang rapat Komisi IV DPRD Purworejo tersebut dihadiri oleh jajaran Komisi IV DPRD, Dinkes Purworejo dan jajaran Direksi RSUD Tjitrowardojo.

Dari audiensi tersebut, didapatkan hasil bahwa setelah klarifikasi dengan pihak rumah sakit, Komisi IV juga akan segera meminta keterangan dari pihak keluarga pasien untuk mengetahui kejadian sebenarnya.

"Komisi IV memanggil Direksi Rumah Sakit Umum Daerah Tjitrowardojo terkait dengan peristiwa 23 Januari 2022, dimana kemudian ramai di pemberitaan juga terkait adanya (protes) beberapa warga dari Mlaran yang merupakan desa asal Sri Wasiati yang menjadi pasien hamil dan janinnya yang berusia 8 bulan meninggal di kandungan," ungkap Wakil Ketua Komisi IV Muhammad Abdullah usai audiensi.

Berdasarkan keterangan dari rumah sakit, lanjutnya, ada miskomunikasi sehingga menimbulkan kesalahpahaman warga desa Mlaran.

"Dari keterangan Direktur justru sekarang pasien merasa menyesal atas perbuatan yang terjadi dan meminta maaf secara lisan atas sikapnya dan sebagian warga yang mungkin membuat kegaduhan," katanya.

Namun begitu, kata Abdullah, Komisi IV nantinya juga akan mendengarkan keterangan dari pihak keluarga pasien untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPPN Magelang Serahkan DIPA dan Alokasi TKD 2023

Jumat, 9 Desember 2022 | 16:14 WIB

Pembangunan Puskesmas Bejen Molor

Jumat, 9 Desember 2022 | 15:26 WIB

DPRD Dorong Perbup Disabilitas Segera Dibuat

Rabu, 7 Desember 2022 | 13:16 WIB

Pemkot Magelang Raih SAKIP Predikat BB

Selasa, 6 Desember 2022 | 17:28 WIB
X