Tenaga Pendidik Kabupaten Magelang Diminta Jadi Peserta BPJamsostek

- Rabu, 19 Januari 2022 | 17:27 WIB
SM/dok - SERAHKAN SANTUNAN: Kepala Disdikbud Kabupaten Magelang Aziz Amin Mujahidin (tiga dari kiri) didampingi Kepala BPJamsostek Magelang, Budi Santoso (dua dari kiri) menyerahkan santunan kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan saat DKT, Rabu (19/1).
SM/dok - SERAHKAN SANTUNAN: Kepala Disdikbud Kabupaten Magelang Aziz Amin Mujahidin (tiga dari kiri) didampingi Kepala BPJamsostek Magelang, Budi Santoso (dua dari kiri) menyerahkan santunan kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan saat DKT, Rabu (19/1).

MAGELANG, suaramerdeka-kedu.comBadan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Magelang mengandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang untuk menggelar diskusi kelompok terpumpun (DKT) terkait implementasi Inpres 2/2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Mendikbudristek 8/2021 tentang Peningkatan Kepatuhan dan Kepesertaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan pada Satuan Pendidikan Formal dan Non-Formal.

Kepala Disdikbud Kabupaten Magelang, Aziz Amin Mujahidin mengatakan, salah satu kebijakan pemerintah pusat saat ini adalah peningkatan kualitas mutu pendidikan di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari peningkatan kesejahteraan para tenaga pendidik tersebut.

"Kesejahteraan yang dimaksud tidak lepas dari rasa aman serta kenyamanan dalam bekerja, dalam hal ini adalah bentuk perlindungan sosial ketenagakerjaan. Sehingga, para pengajar dapat melaksanakan tugas dengan baik tanpa khawatir jika mengalami risiko ketenagakerjaan," jelasnya.

Baca Juga: Mudahkan Peserta, BPJamsostek Luncurkan JMO

Menurut Aziz ada empat poin penting dalam SE Mendikbudristek tersebut. Yakni seluruh penyelenggara pendidikan wajib menjadi peserta aktif BPJamsostek dan seluruh tenaga pendidik dalan satuan pendidikan tersebut harus diikutkan kepesertaan BPJamsostek.

"Dalam pengurusan perpanjangan izin operasional, akreditasi program studi, akreditasi satuan pendidikan baik formal ataupun non-formal, serta untuk pengusulan sertifikasi pendidik dan tenaga kependidikan wajib menyampaikan bukti kepesertaan BPJamsostek," paparnya.

Sementara itu, Kepala BPJamsostek Magelang, Budi Santoso menerangkan, saat ini secara cakupan untuk tenaga pendidik dan pendidik belum sepenuhnya dapat terlindungi oleh program jaminan sosial.

"Menurut data kami hanya 690 tenaga pendidik yang terdaftar di BPJamsostek. Artinya baru 6 persen guru dari data menurut Disdikbud Kab Magelang sebanyak 12.000 guru yang sudah memiliki perlindungan sosial ketenagakerjaan. Masih 90 persen lebih tugas kami dalam melindungi mereka," jelasnya.

Baca Juga: BPJamsostek Jateng-DIY Fokus Kejar Peserta dari Pekerja Informal dan Rentan

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

LKPD Kota Magelang 2021 Raih WTP

Selasa, 24 Mei 2022 | 16:44 WIB

71 Orang Kota Magelang Berangkat Haji Tahun Ini

Selasa, 24 Mei 2022 | 16:07 WIB

Parade Sepeda Santai Meriahkan Harlah SMK Maligo

Selasa, 24 Mei 2022 | 08:50 WIB

Balon Udara Ancam Keselamatan Penerbangan

Selasa, 24 Mei 2022 | 08:42 WIB

669 PNS di Purworejo Naik Pangkat

Selasa, 24 Mei 2022 | 08:26 WIB

Purworejo Job Fair 2022 Diikuti 18 Perusahaan

Selasa, 24 Mei 2022 | 08:04 WIB

2 Sapi Suspek PMK Ditemukan di Magelang

Senin, 23 Mei 2022 | 15:05 WIB
X