Sawud Sewu, Upaya Cari Tengara Batik Magelang

- Selasa, 18 Januari 2022 | 13:29 WIB
SM/Birru Rakaitadewa - KAIN BATIK: Kain batik setengah jadi di tempat produksi milik Saniyya Batik di Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Jumat (15/1).
SM/Birru Rakaitadewa - KAIN BATIK: Kain batik setengah jadi di tempat produksi milik Saniyya Batik di Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Jumat (15/1).

MAGELANG, suaramerdeka-kedu.com - Pada mulanya adalah batik. Mereka berkumpul untuk berlatih membatik, lalu bertukar cerita soal batik dari motifnya, filosofinya, hingga seretnya penjualan.

Dengan tingginya intensitas pertemuan, setelah mantap, mereka
memutuskan berserikat dengan nama Paguyuban Batik Sawud Sewu.

Hayatini Siswiningrum, Ketua Paguyuban Batik Sawud Sewu, menyatakan perkumpulannya adalah gabungan kelompok yang memiliki rumah produksi dan butik batik yang tersebar
di wilayah Kabupaten Magelang.

Tercatat sebanyak 24 kelompok, dengan jumlah perajinnya lebih kurang 115 orang, terhimpun dalam paguyuban yang terbentuk pada 2014 tersebut.

Titin, sapaan akrab Hayatini Siswiningrum, menerangkan setiap kelompok dalam paguyubannya berupaya menggali dan mengeksplorasi motif batik yang khas di wilayahnya masing-masing.

Baca Juga: Tolak Pembulian Terhadap Difabel, Rumah Inklusif Luncurkan Batik Pegon Edisi Pangastuti

Seperti motif stupa candi bila bergiat di seputaran kawasan Candi Borobudur. Atau corak bambu, seperti yang digarap Saniyya Batik, usaha milik Titin, yang hidup di Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan.

"Keunikan motif ini diharapkan mampu mengenalkan wilayah-wilayah yang ada di Kabupaten Magelang kepada masyarakat secara luas," sambungnya saat dijumpai di rumah produksi Batik Saniyya, Jumat (15/1).

Kendati demikian, keunikan motif tak serta-merta disambut baik oleh segelintir kalangan, kata Titin. Seperti motif stupa yang diilhami dari Candi Borobudur dan motif tari
soreng, tarian yang jamak dipentaskan masyarakat lereng Merbabu dan Andong.

Menurut Titin, keduanya menimbulkan kontroversi lantaran pengilhaman stupa berasal dari sebuah tempat ritual umat Buddha, situs yang barangkali masih tabu untuk diinterpretasikan secara profan.

Halaman:

Editor: M. Nur Chakim

Tags

Terkini

LKPD Kota Magelang 2021 Raih WTP

Selasa, 24 Mei 2022 | 16:44 WIB

71 Orang Kota Magelang Berangkat Haji Tahun Ini

Selasa, 24 Mei 2022 | 16:07 WIB

Parade Sepeda Santai Meriahkan Harlah SMK Maligo

Selasa, 24 Mei 2022 | 08:50 WIB

Balon Udara Ancam Keselamatan Penerbangan

Selasa, 24 Mei 2022 | 08:42 WIB

669 PNS di Purworejo Naik Pangkat

Selasa, 24 Mei 2022 | 08:26 WIB

Purworejo Job Fair 2022 Diikuti 18 Perusahaan

Selasa, 24 Mei 2022 | 08:04 WIB

2 Sapi Suspek PMK Ditemukan di Magelang

Senin, 23 Mei 2022 | 15:05 WIB
X